oleh

100 Juta Orang Bakal Diinjeksi Vaksin

JAKARTA – Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menargetkan 100 juta orang akan diinjeksi vaksin pada Januari 2020.

“Pemerintah sudah siapkan Kasad, Polri, unsur kesehatan kita untuk melakukan injeksi di tempat-tempat yang diprioritaskan nanti terutama di bagian kesehatan dan pembantunya,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (20/9).

Menurut Luhut, Pulau Jawa dan Bali juga akan menjadi prioritas untuk vaksinasi mengingat jumlah kasus positif terbanyak berada di wilayah tersebut.

Dia melanjutkan, tiga bulan ke depan akan menjadi masa-masa kritis dalam penanganan pandemi di Indonesia.

“Critical time kita lewati Desember ini, kemudian Januari kita mungkin pada posisi yang lebih baik,” kata Luhut.

Baca Juga:   Meski Vaksinasi Berjalan, Protkes Harus Tetap Jadi Skala Prioritas

Pemerintah, lanjut dia, berencana untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, menurunkan angka kasus harian, meningkatkan rasio kesembuhan, dan menurunkan rasio kematian.

Saat ini, sembilan provinsi mencatat penambahan kasus yang signifikan dan menyumbang 74 persen kasus di seluruh Indonesia.

Indonesia sendiri telah menempuh sejumlah jalur untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

PT Bio Farma telah bekerja sama dengan perusahaan asal China, Sinovac Biotech. Bibit vaksin hasil kerja sama ini sedang dalam masa uji klinis tahap ketiga.

Baca Juga:   Awas! Vaksin Segera Kedaluwarsa, Ini Upaya Ganjar Menghindarinya

Indonesia juga bekerja sama dengan perusahaan medis asal China, Sinopharm dan Uni Emirat Arab terkait pengembangan vaksin G42.

Selain itu, Indonesia juga telah menggandeng Unicef dalam mekanisme Covax Facility untuk mendapatkan akses vaksin begitu tersedia.

Komentar

Berita Lainnya