oleh

Meski Vaksinasi Berjalan, Protkes Harus Tetap Jadi Skala Prioritas

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapat suntikan vaksin Covid-19  buatan Sinovac yang sebelumnya telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, vaksinasi ini merupakan langkah awal bangsa Indonesia dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Karenanya, seluruh elemen bangsa harus ikut menyukseskan vaksinasi serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca:   November, 9,1 Juta Orang Bakal Divaksin Sinovac

“Namun juga perlu dicatat, meski program vaksinasi ini sudah berjalan, kita terus dorong agar protokol kesehatan tetap menjadi skala prioritas. Termasuk bagaimana penegakan disiplinnya. Karena inilah cara paling efektif dalam pengendalian Covid-19,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (13/1).

Politikus PDIP ini mengimbau, pemerintah pusat dan daerah bisa terus mensosialisasikan secara massive agar masyarakat percaya bahwa vaksin Covid-19 aman.

Baca:   Baru Mendarat, David Silva Divonis Positif Corona

“Mengingat jumlah masih terbatasnya vaksin, sosialidasi skala prioritas penerima  vaksin perlu digencarkan, agar tidak menimbulkan masalah dan kecemburuan warga. Selanjutnya saya mengajak kepada semua pihak pemerintah pusat maupun daerah, tokoh mssyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk bisa menyukseskan program vaksinasi,” harap Rahmad.

Rahmad juga mengapresiasi kesediaan Presiden Joko Widodo yang menjadi orang pertama yang divaksinasi. Ia berharap, langkah Presiden Jokowi diikuti oleh masyarakat luas. 

“Kita tentu berterimakasih kepada Tim Unpad (Universitas Padjajaran), relawan ini uji klinis ketiga di Bandung yang berhasil menajalankan tugas negara dalam melakukan uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac China, hingga akhirnya negara melalui BPOM memberikan EUA buat vaksin,” pungkasnya. (sam)

Komentar

Berita Lainnya