oleh

Waspada! Tsunami 8 Meter Bisa Terjadi si Perairan Cilegon

JAKARTA – Kepala BMKG, Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD mengungkapkan potensi tsunami di Cilegon, Banten. gelombang pasang itu diperkirakan terjadi hingga ketinggian 8 meter.

Dwikorita mengatakan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021), membahas persiapan Natal dan Tahun Baru.

Rapat itu dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, dan perwakilan Kementerian PUPR.

“Zona rawan tsunami di Cilegon, Banten, itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter,” kata Dwikorita.

Agustus lalu, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas mengingatkan potensi gempa bumi berkekuatan 8,7 hingga 9 SR di megathrust selatan Jawa.

Baca Juga:   Terkendala Cuaca, Doni Monardo Tempuh Jalur Darat Menuju Lokasi Bencana

Jika gempa bumi tersebut terjadi, diprediksi bakal menimbulkan bencana tsunami setinggi 20 meter.

Menurut Heri, sifat gempa bumi adalah berulang. Artinya gempa yang telah terjadi akan terjadi lagi di masa kini  dan yang akan datang. Secara bahasa keilmuannya disebut Earthquake Cycle.

“Salah satu sumber gempa bumi adalah megathrust selatan Jawa. Megathrust ini dapat menghasilkan gempa dengan kekuatan sangat besar,” katanya.

Saat ini, ujar Heri, tengah berada di ujung siklus atau perulangan. “Dengan kata lain berpeluang terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata dia Kamis (19/8/2021).

Data GNSS (Global Navigation Satellite System) mengkonfirmasi adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis hingga selatan Pantai Jawa Timur.

Baca Juga:   Hadang Cuaca Ekstrem, Nelayan Tiku Dapatkan Hasil Tangkapan Tinggi

Jika gempa terjadi dengan kekuatannya dapat mencapai 8.7 Mw hingga 9.0 Mw, diprediksi bisa diikuti tsunami dengan ketinggian hingga 20 meter.

Mengenai kemungikan tsunami di kawasan Cilegon, Kepala BMKG Dwikorita tidak menyebut kapan tsunami itu mungkin terjadi. Dia hanya memaparkan zona rawannya.

Dalam rapat dengan DPR RI, Dwikorita juga memaparkan proyeksi cuaca di masa Nataru. Sebagian wilayah Indonesia akan mengalami hujan lebat.

Dia mengatakan hampir di seluruh wilayah Sumatera dan Jawa akan berpotensi hujan lebat. Begitu juga Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Proyeksi kondisi cuaca pada saat Natal dan tahun baru, dimulai periode 18-24 Desember.

Potensi cuaca satu minggu sebelum Natal, gambar menunjukkan hujan lebat hampir seluruh provinsi di Sumatera, kecuali Sumsel.

Baca Juga:   Diterjang Air Pasang, Rumah Nelayan Roboh dan Hanyut

Di Jawa, katanya, kecuali DKI akan mengalami hujan lebat, bahkan sampai NTT. Ini hujannya lebat dan intensitas sedang.

Demikian juga di Kalimantan, seluruh provinsi diprediksi mengalami hujan lebat, juga di Papua dan Papua Barat serta Maluku.

“Maluku Utara diprediksi hujan sedang, Sulawesi sebagian hujan sedang dan sebagian hujan lebat. Itu hingga tanggal 24 Desember,” lanjut Dwikorita.

Pada periode 25 Desember-1 Januari, potensi hujan akan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas sedang-lebat.

“Hampir seluruh provinsi di Indonesia itu mengalami hujan lebat. Sumatera, Kalimantan, Jawa, NTT, Papua, Sulawesi sebagian besar hujan lebat, kecuali di Sulbar dan Maluku hujan sedang,” kata Dwikorita. (*)

Berita Lainnya