BALIKPAPAN – Presiden Joko Widodo mengajak Nahdlatul Ulama (NU) memberi ruang lebih besar bagi generasi Z untuk tampil.
“Kita perlu memberi ruang yang lebih besar kepada generasi milenial dan generasi Z untuk mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia yang baru,” katanya di Balikpapan Sport and Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022).
Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU.
Dalam teori generasi (Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall) generasi Z adalah mereka yang lahir 1996-2010. Ini biasa juga disebut iGeneration, GenerasiNet, Generasi Internet).
Presiden menjelaskan, banyak sekali anak muda NU yang aktif dalam ekosistem komunikasi dan informatika digital saat ini.
“Banyak anak muda NU yang aktif di creative industry, di fashion designer, di grafik designer dan lain-lain,” katanya.
Demikian pula mereka yang jadi ‘IT specialist’, ‘programmer’, ‘IT security expert’, ‘web developer’ dan lain-lain.
“Banyak sekali. Ini yang harus diambil dan dimanfaatkan,” kata presiden.
Jokowi menyebut, kelompok muda profesional NU banyak yang bekerja di korporasi, perusahaan rintisan global atau konsultan konsultan global.
“Untuk mendukung inovasi inovasi tersebut, NU perlu punyai banyak sentra inkubator inovasi yang sangat efektif,” ujar presiden.
Jokowi pun menyebut contoh, satu di antara begitu banyak anak muda NU yang berkiprah di belantara digital dunia, Ainun Najib.
Dia kerja di Singapura. Jokowi pernah bertemu dengannya tujuh tahun lalu. Di Singapura, gajinya sangat tinggi.
Presiden menyebut, bila Ainun Najib kembali ke Indonesia harus bisa digaji lebih besar dari pendapatannya di Singapura.
“Ini nanti tugas Pak Kiai. Kalau beliau yang ‘ngendiko’ (bicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” kata Jokowi.
Presiden Jokowi pun berterima kasih atas kiprah NU selama ini dalam menjaga NKRI dan Pancasila.
Semua itu telah membuat Indonesia menjadi bangsa bersatu dalam keberagaman dan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain.
Dengan tegas Jokowi menyatakan, kekuatan NU luar biasa besar yang dapat berkontribusi untuk Indonesia dan dunia.
Kontribusi paling utama NU, menurut Jokowi, adalah melalui peran besar para ulama besar yang menjadi sumber tuntunan umat.
Jika jaringan NU yang besar tersebut digerakkan untuk menggulirkan agenda agenda strategis nasional, kata Jokowi, akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial.
Dalam acara ini hadir pula Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar, Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf serta pejabat terkait lainnya. (*/Siberindo.co)










