oleh

Andi Arief Mangkir, KPK Panggil Ulang Politikus PD Ini Terkait Kasus Suap

JAKARTA – Politikus Partai Demokrat Andi Arief mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus suap Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud.

Karena itu pihao KPK menjadwalkan pemanggilan ulang Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat itu.

KPK meminta Andi Arief kooperatif dalam pemanggilan ulang terkait kasus suap Abdul Gafur Mas’ud tersebut.

Andi Arief tidak memenuhi panggilan pertama penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terkait perkara korupsi yang menjerat Abdul Gafur Mas’ud, kader Partai Demokrat.

Baca Juga:   KPK Tahan 10 Anggota DPRD Muara Enim, Tersangka Suap Massal

“Kami mengingatkan saksi ini untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemanggilan berikutnya. Surat dikirim ke alamat yang sama di Cipulir,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (29/3/2022).

Menurut Ali, keterangan Andi Arief penting dalam perkara ini. Ali meminta Andi Arief hadir di pemanggilan berikutnya yang belum disebutkan tanggal pastinya.

“Karena informasi dari saksi sangat penting bagi tim penyidik untuk mengungkap dugaan perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka AGM (Abdul Gafur Mas’ud) dkk ini menjadi makin terang,” kata Ali.

Baca Juga:   Jaksa Pinangki Minta Belas Kasihan Hakim

“Sikap kooperatif dan dukungan dari pihak-pihak terkait dalam pengungkapan dan penyelesaian perkara dugaan korupsi oleh KPK sangat diperlukan agar proses penegakan hukumnya menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Andi Arief diharapkan hadir di KPK pada Senin (28/3/2022). Namun Andi Arief mengaku tidak mendapatkan surat panggilan dari KPK.

Amsi bahkan menuding Ali Fikri menyebarkan kabar bohong soal pemanggilan dirinya.

Waketum PD Benny K Harman irit bicara soal perkembangan kasus dugaan kasus suap ini.

Kasus tersebut melibatkan Abdul Gafur Mas’ud dan Bendahara DPC PD Balikpapan Nur Afifah Balqis sebagai tersangka.

Baca Juga:   Mabes Polri Kirim Tim ke Cirebon Terkait Kasus Pelapor Dugaan Korupsi Jadi Tersangka

Benny membantah aliran dana suap itu masuk ke DPP Partai Demokrat. “Nggak ada. Nggak ada itu,” kata Benny, sebagaimana dilansir detik.com Selasa (29/3/2022)

Benny juga mengatakan pihaknya belum menerima surat terkait pemanggilan terhadap Andi Arief oleh KPK.

Dia memastikan Andi Arief akan hadir memenuhi panggilan apabila surat tersebut sudah diterima.

“Ya saya sudah cek, kemarin belum ada panggilan. Belum terima panggilan. Nanti kalau ada panggilan, datang, pasti hadir,” ujarnya. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya