Serangan Israel ke Iran. (Anadola)
TEHERAN — Angkatan bersenjata Iran mengumumkan peningkatan jumlah korban tewas menjadi empat tentara dalam serangan udara Israel yang terjadi pada Sabtu (26/10) dini hari. Menurut keterangan militer Iran, serangan tersebut diluncurkan oleh jet tempur Israel yang menggunakan wilayah udara Irak yang dikendalikan Amerika Serikat (AS) untuk menembakkan rudal jarak jauh ke beberapa situs militer Iran.
Pernyataan lanjutan dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyebutkan bahwa rudal dengan hulu ledak ringan ditembakkan dari sekitar 100 kilometer di luar perbatasan Iran. Serangan ini menargetkan sistem radar di provinsi perbatasan Ilam dan Khuzestan serta di sekitar Teheran. Sistem pertahanan udara Iran berhasil mencegat sebagian besar rudal di dekat Teheran, meski beberapa rudal tetap menyebabkan kerusakan terbatas.
Serangan dimulai pada pukul 2.30 pagi waktu setempat, dengan dentuman keras terdengar di sekitar Teheran. Angkatan bersenjata Iran menyebut serangan Israel sebagai “tindakan ilegal dan tidak berdasar,” seraya menegaskan bahwa “sejumlah besar rudal telah dicegat.”
Iran mengancam akan mengambil langkah yang “tepat dan sah” pada waktu yang dianggap sesuai, serta mendesak adanya “gencatan senjata yang langgeng” di kawasan Gaza dan Lebanon. Kementerian Luar Negeri Iran juga mengutuk serangan ini sebagai “pelanggaran hukum internasional,” dan menegaskan kembali hak pertahanan diri Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
Serangan ini diduga sebagai respons atas insiden sebelumnya, ketika Iran meluncurkan rudal ke Tel Aviv menyusul tewasnya tokoh Hizbullah, Hamas, dan Korps Pengawal Revolusi Islam dalam serangan udara Israel. (*)
Sumber: Anadola










