oleh

Cerita Muzani Empat Kali Teken Pencapresan Prabowo: Cukup Sampai di Sini

JAKARTA – Suasana haru meliputi sambutan penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perisai Prabowo di Hotel Ultima Horison Menteng, Jakarta, Rabu.

Sekjen Partai Gerindra , Ahmad Muzani, membagikan kisah: empat kali menandatangani dan mengusung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden.

“Pokoknya setelah keempat kalinya nggak lagi. Cukup sampai di sini. Tidak akan ada kelima kalinya,” ucap Muzani di hadapan forum rakornas yang dipenuhi relawan dari 32 DPW Perisai Prabowo.

Baca Juga:   Prabowo Tekankan Komitmen Indonesia terhadap Energi Terbarukan di Forum G20 Brasil

Pernyataan Muzani menegaskan bahwa kali keempat dirinya meneken pencapresan Prabowo harus menjadi momen kemenangan yang dinanti. “Perjuangan telah mencapai tahap akhir, di mana Pak Prabowo akan menjadi presiden,” imbuhnya penuh keyakinan.

Muzani menggambarkan bagaimana melalui perjalanan panjang itu elektabilitas Prabowo semakin terangkat, mencerminkan dukungan yang semakin kuat dari rakyat.

“Dari 2009 hingga 2024, Pak Prabowo kita usung sebagai capres. Dalam setiap pilpres, kita terus memperjuangkan kader terbaik Gerindra agar berkontribusi membangun negeri,” jelas Muzani.

Baca Juga:   Elektabilitas Prabowo dan Gerindra Naik, Dasco: Makin Naik Makin Banyak Fitnah

Hari ini, Muzani merasakan dukungan besar dari berbagai lapisan masyarakat: dari buruh, pedagang, hingga pensiunan, yang semuanya menyeru Prabowo di setiap tempat yang dikunjunginya.

Riset berbagai lembaga survei menunjukkan angka yang terus bergerak mendekati 50 persen untuk elektabilitas Prabowo-Gibran.

“Pak Prabowo berkampanye di mana-mana, masyarakat merespon dengan semangat. Kemenangan satu putaran tampaknya tidak sulit untuk diwujudkan,” tambah Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini sambil merespon tepuk tangan meriah dengan acungan dua jari.

Baca Juga:   Prabowo Lantik Kabinet Merah Putih, Gabungan Tokoh Senior dan Milenial

Meski optimis, Muzani mengingatkan para relawan dan kader agar tetap rendah hati dan fokus pada perjuangan.

“Jangan jumawa, ini adalah harapan besar. Kita bangga dengan hasil survei, namun tetap jaga kesederhanaan. Ini bukan saatnya untuk sombong,” pinta Muzani menutup sambutannya. (*)

Berita Lainnya