oleh

Ingat Vaksin Bukan Akhiri Pandemi

JAKARTA – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menuturkan protokol kesehatan masih harus tetap dijalankan apabila vaksin telah tersedia.

”Vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesai pandemi,” kata Yurianto.

”Persepsi kalau sudah ada vaksin lalu selamat tinggal masker dan protokol kesehatan, ini adalah persepsi yang salah,” lanjut dia.

Baca Juga:   NasDem Minta Pemerintah Prioritaskan Napi  dalam Proses Vaksinasi 

Menurut Yurianto, vaksin memang dapat memberikan kekebalan sehingga orang yang terpapar virus tidak sakit, namun tidak serta merta membebaskan dari kemungkinan terpapar.

Selain itu, orang yang telah divaksin masih berpeluang menularkan virus kepada orang-orang yang belum mendapat vaksin.

Dia melanjutkan, belum seluruh negara memiliki agenda vaksinasi sehingga penularan penyakit dari mobilitas manusia masih sangat mungkin terjadi.

Baca Juga:   Vaksin AstraZeneca di OKU Selatan Diprioritaskan untuk Ranau Raya

Hal yang juga menjadi misteri, kata dia, belum ada bukti terkait berapa lama kandidat vaksin yang tengah dikembangkan bisa memberi daya kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2.

”Kita belum punya data berapa lama vaksin Covid-19 ini menimbulkan kekebalan, tapi secara teori ada yang bilang enam bulan sampai 24 bulan,” ujar Yurianto.

Dengan demikian, ada kemungkinan perlu vaksinasi ulang setelah jangka waktu tersebut dan pengembangan vaksin jangka panjang amat dibutuhkan. (oke/sep)

Komentar

Berita Lainnya