oleh

Cermin Toleransi dari Kelenteng dan Mesjid Jami Kota Muntok

MUNTOK – Kelenteng Kong Fuk Miaw, Jalan Jend A Yani, No. 1, RT. 003/05, Tanjung, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, menggelar Sembahyang Cioko, Minggu (22/8/2021).

Sembahyang Cioko, bagi warga Bangka Belitung akrab dengan sebutan Sembahyang Rebut.

Menurut kepercayaan etnis Tionghoa pada hari itu sangatlah sakral, yang merupakan agenda tahunan.

Baca Juga:   Nikah Massal, Secara Bertahap 7000 Pasangan di Bangka Barat Disahkan

Masa pandemi tidak mengurangi khidmatnya prosesi kegiatan tahunan kali ini.

Sembahyang Cioko dilakukan setiap tanggal 15 bulan 7 tahun imlek. Tujuannya untuk mendoakan arwah-arwah terdahulu yang meninggal.

Pada perayaan sembahyang kali ini, ada yang berbeda dan sangat istimewa.

Kelenteng yang dijadikan tempat untuk Sembahyang Rebut bersebelahan dengan Mesjid Jami Kota Muntok.

Baca Juga:   Unik, Begini Cara Warga Rayakan Imlek di Bandung, Aceh, dan Bali

Tradisi leluhur untuk selalu menjaga toleransi dan tali persaudaraan sangatlah kental di kota Muntok.

Suara adzan Isya berkumandang sementara prosesi Sembahyang Cioko tetap berlangsung.

Kedua pihak tetap melaksanakan ibadat masing-masing tanpa merasa saling terganggu.

Ada pepatah kuno “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong – Cina, Melayu, sama saja”. Karenanya, semua tetap akur dan selalu bersyukur.

Baca Juga:   Tanda Tangannya Dipalsukan, Warga Ini Laporkan Kepala Desa ke Polisi

“Di sini toleransi yang terjalin sangat tinggi, semoga teruslah terjaga,” ujar seorang warga. (OKeyboz)

Penulis: Wico Hardiansyah/Editor: Aditya

 

Komentar

Berita Lainnya