oleh

Enam Tersangka, Satu Truk dan Sebuah Sedan Diamankan

PRINGSEWU – Enam tersangka berikut satu truk berisi kayu ilegal dan sebuah sedan pengawal, diamankan polisi bersama Polisi Kehutanan (Polhut).

Para tersangka dugaan terlibat perkara kepemilikan kayu larangan, berjenis sonokeling yang berasal dari hutan kawasan register 21.

“Benar, kami telah mengamankan enam tersangka terkait kepemilikan kayu larangan berjenis sonokeling,” ujar Kasat Reskrim Iptu feabo Adigo Mayora Pranata, mewakili kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu (21/7/21) siang.

Keenam orang yang sudah berstatus tersangka yakni D (45), A (31) dan S (37) warga Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka.

Kemudian, J (42) warga Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, E (26) alamat Pekon Fajar Baru p
Pagelaran Utara,

Baca:   Rebana Metropolitan, Penggerak Ekonomi Jabar Masa Depan

Selain itu, MB als Beni (41) alamat kelurahan Way Kandis Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Iptu feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan, keenam tersangka diamankan di dua lokasi terpisah, Selasa (13/7/21).

Yakni, di jalan umum Pekon Pardasuka Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, dan di Kota Bandar Lampung.

Kasat mengatakan, selain mengamankan keenam tersangka pihaknya juga mengamankan dua kendaraan.

Masing-masing truk engkel warna merah berisi kayu sonokeling dalam berbagai ukuran berjumlah 88 batang, dan satu Mitsubishi Lancer yang dipergunakan untuk mengawal proses pengiriman barang dari Pardasuka menuju Bandar Lampung.

“Kayu sonokeling diduga diambil secara tidak sah dari area kawasan hutan register 21 Rintian Batu, Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu,” kata Kasat.

Baca:   Foto Bugil Mirip Dirinya Viral, Simak Penjelasan Anya Geraldine

Dari keenam tersangka, lima di antaranya ditangkap saat proses pengiriman barang.

Sedangkankan satu tersangka lain diamankan saat pengembangan kasus.

Iptu Feabo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, kayu sonokeling tersebut milik D dan A.

Keduanya menebang langsung dari kawasan hutan register 21, kemudian dibeli oleh J dan S Rp7 juta per kubik.

Oleh J dan A dijual kembali kepada Beni seharga Rl9 juta per kubik. Sementara itu tersangka E adalah mengangkut kayu dengan truk atas perintah Beni.

Kayu larangan diduga berasal dari pembalakan di kawasan hutan register 21, Rintian Batu Pekon, Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu yang dilakukan tersangka D dan A sejak awal Mei 2021.

Baca:   Wabah Makin Deras Menerjang Jakarta dan Jabar

“Penyidik sudah melaksanakan pengecekan divlokasi pembalakan, dan benar kayu tersebut diperoleh masih dalam kawasan hutan register 21,” ujar Kasat.

Lebih lanjut kasat mengungkapkan, keenam pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Pringsewu.

“Para tersangka kami jerat dengan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan.

Mereka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah” pungkasnya. (S-J)

Komentar

Berita Lainnya