oleh

Jubir Rizieq: TNI Langgar Ham dan Ancam Kebebasan Berpendapat

JAKARTA – TNI telah melanggar hak asasi manusia (HAM) karena melakukan pencopotan baliho Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Demikian dikatakan Juru Bicara Habib Rizieq, Abdul Chair Ramadhan dalam keterangannya, Sabtu (21/11).

“Pencopotan baliho Imam Besar HRS oleh personel TNI atas dasar perintah Pangdam Jaya adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia,” kata dia.

TNI, lanjutnya, telah mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi masyarakat sipil. Kebebasan berekspresi dapat dilakukan dengan menggunakan media apapun termasuk baliho.

Baca:   BEM SI Geruduk Istana Merdeka Tolak UU Cipta Kerja

Baliho merupakan salah satu jenis saluran ekspresi untuk menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nurani.

“Hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam bentuk apapun. Kesemuanya itu secara tegas disebut dalam pasal 28E ayat 2 dan pasal 28F UUD 1945. Dengan demikian kebebasan berpendapat dan berekspresi serta penyampaiannya merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dijamin pelaksanaannya oleh negara,” jelas Abdul Chair.

Baca:   Lima Warga Banyumas Tewas Ditimbun Longsor

Selain sebagai hak konstitusional, kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang diakui. Abdul Chair menyatakan, hal itu dapat ditemui dalam pasal 14, pasal 19, pasal 20, dan pasal 21 TAP MPR RI Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.

Begitu pun dalam pasal 14, pasal 23 ayat 2, dan pasal 25 Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAM, bahkan juga ditemui dalam pasal 19 Konvenan Sipol yang diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005. 

Dalam pasal 19 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) disebutkan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi; hak ini mencakup kebebasan untuk berpendapat tanpa intervensi dan untuk mencari, menerima dan berbagi informasi dan ide melalui media apapun dan tanpa memandang batas negara.”

Baca:   PPP: Pemerintah Lupa Habib Rizieq Ada Pengikut Fanatik

“Frasa kebebasan untuk berpendapat tanpa intervensi demikian fundamental, sehingga tidak dapat dibatasi apalagi dicabut,” kata Abdul Chair. (jpn/sam)

Komentar

Berita Lainnya