oleh

Kabar Baik, Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta Mulai Turun

JAKARTA–Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mulai menurun. Berdasarkan data per 18 Juli 2021, tingkat keterisian tempat tidur kini berada di angka 87 persen.

Tingkat keterisian rumah sakit mengalami penurunan dibanding data per 11 Juli. Saat itu tercatat tingkat keterisian tempat tidur mencapai 92 persen.

Kini sebanyak 10.016 tempat tidur di rumah sakit rujukan telah terisi dari total 11.566. Data itu dipublikasikan akun Instagram @dkijakarta pada hari ini, Selasa (20/7).

Baca:   Empat Hari Terakhir, Wabah Covid-19 di Jakarta Naik Tajam

Tingkat keterisian tempat tidur ICU juga mengalami penurunan. Sampai dengan 18 Juli, tingkat keterisian tempat tidur ICU sebesar 93 persen.

Dari total 1.546 tempat tidur ICU yang tersedia, sebanyak 1.447 terpakai oleh pasien positif Covid-19 dengan gejala berat.

Angka itu menurun 2 persen jika dibandingkan dengan data per 11 Juli 2021 sebesar 95 persen. Saat itu, jumlah tempat tidur ICU sebanyak 1.470, dan terisi 1.390 unit.

Baca:   Warga Menyerang Polisi yang Menangkap Tiga Pengedar Sabu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan jumlah antrean warga yang ingin masuk rumah sakit rujukan Covid-19 melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, antrean warga bisa mencapai 1.900 orang per hari.

Menurut Anies, antrean warga itu tak lepas dari kondisi sejumlah rumah sakit yang saat ini tengah kewalahan menangani lonjakan pasien positif Covid-19.

“Yang mengantre untuk bisa masuk IGD ada di lorong-lorong, ada di Puskesmas, di rumah-rumah itu bisa sampai sekitar 1.400 orang, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit,” ujarnya.

Baca:   Kembali Catat Rekor Tertinggi, DKI dan Jabar Penyumbang Tertinggi

“Jadi banyak sekali selama beberapa minggu ini masyarakat yang datang ke rumah sakit tetapi rumah sakit dalam posisi yang penuh. Jadi yang mengantre, yang berada di IGD, menunggu bisa masuk kamar itu sekitar 1.900 orang,” ungkap Anies dalam rekaman suara yang diterima, Senin (19/7). (*)

 

 

Komentar

Berita Lainnya