oleh

Dalam Empat Jam Terjadi Delapan Kali Guguran Awan Panas.

YOGYAKARTAMerapi tak henti beraktivitas, sepanjang Sabtu (20/3/2021) terjadi setidaknya sembilan kali guguran awan panas.

Pada pukul 14.07 WIB terjadi awan panas guguran yg tercatat di seismograf dengan amplitudo 20 mm dan durasi 192 detik. Jarak luncur diperkirakan sejauh 1000 m, cuaca mendung.

Tak lama kemudian Pada pukul 14.27 WIB terjadi lagi guguran awan panas, meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur 1500 m.

Baca Juga:   Luncuran Awan Panas Capai Lokasi Terjauh, Begini Arahan BPBD

Beberapa menit kemudian, pada pukul 14.58 WIB terjadi lagi guguran awan panas.Jarak tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

Setelah itu, sebagaimana disiarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas terus terjadi.

Pada pukul 15.26 WIB dengan amplitudo 15 mm dan durasi 96 detik. Jarak masih tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

Baca Juga:   Antisipasi Letusan Merapi, Tekankan Pencegahan

Kemudian pada pukul 16.22 WIB, terjadi lagi guguran awan panas, disusul guguran pada pukul 16.56, jarak luncur tak teramati karena cuaca mendung.

Menjelang senja, pada pukul 17.14 WIB terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 400 m ke arah barat daya.

Tiga menit kemudian luncuran awan panas kembali terjadi, jarak luncur 800 m masih ke arah barat daya.

Pihak BPPTKG menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Baca Juga:   Keluarkan Guguran Lava Tiga Kali, Merapi Siaga

Lontaran material vulkanik saat terjadi Erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. (*)

Komentar

Berita Lainnya