oleh

Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Tak Anggap Remeh Lonjakan Kasus Positif

JAKARTA – Indonesia telah melewati beberapa kali libur panjang di tengah pandemi Covid-19. Berkaca dari pengalaman terdahulu, tampak nyata adanya lonjakan kasus positif Covid-19 selama periode libur panjang.

Hal itu sebagaimana diutarakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Jumat (18/12). 

“Lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan,” jelasnya.

Dia menegaskan, lonjakan kasus juga membawa dampak lanjutan lainnya. Antara lain berkurangnya jumlah tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi maupun intensive care unit (ICU). Bahkan, di beberapa daerah kapasitasnya sudah di atas 70 persen yang terisi. 

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Baru Bertambah 6.689, Jakarta Masih Terbanyak

Kemudian, bertambahnya tugas penanganan atau treatment dari para petugas kesehatan di rumah sakit. Berikutnya, bertambahnya potensi penularan Covid-19 seiring naiknya kasus positif.

“Berikutnya yang terakhir yang paling dikhawatirkan adalah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19,” kata Prof Wiku.

Guna mencegah kejadian serupa terulang maka sebagai langkah antisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, pemerintah menyusun kebijakan terkait perjalanan selama periode libur panjang.

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Baru Bertambah 3525, Jakarta Masih Terbanyak

“Kebijakan tersebut juga meliputi syarat testing bagi pelaku perjalanan,” kata Prof Wiku.

Satgas Penanganan Covid-19 menyadari beberapa bagian peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Meski demikian, masyarakat juga harus menyadari bahwa kebijakan pemerintah ditujukan untuk melindungi rakyat dan mencegah lonjakan kasus Covid-19.

“Oleh sebab itu, satgas mengimbau agar masyarakat dapat patuh sehingga memastikan kebijakan yang dikeluarkan dapat berjalan dengan efektif,” jelas Prof Wiku.

Baca Juga:   Satgas Covid-19 Siapkan Tower Tambahan untuk Pasien OTG di Wisma Atlet 

Satgas Covid-19 juga berharap kepada pemerintah daerah bisa menyesuaikan demi melindungi daerahnya masing-masing. Salah satu upayanya adalah dengan mewajibkan pelaku perjalanan bepergian dalam keadaan sehat.

“Dengan screening swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh WHO,” ujar Prof Wiku. (sam)

Komentar

Berita Lainnya