NGANJUK – Hari ketiga pencarian warga korban longsor di Desa Ngetos terus dilakukan hingga sore. Masih ada tujuh dari 21 korban tertimbun yang belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga 1 Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna kepada wartawan di Posko Darurat Bencana Kantor Camat Ngetos, Rabu (17/2/2021), mengatakan, pencarian korban terbagi dalam dua blok yakni blok A dan blok B.
Tim pencarian merupakan gabungan Basarnas, Polri, TNI, dan juga relawan. “Tetap kita libatkan tim gabungan. Untuk blok kita bagi dua blok A di bawah dan blok B yang bagian atas,” tandasnya.
Disebutkan, sudah 14 korban ditemukan. Sebanyak 12 orang meninggal dunia. Sedangkan korban selamat dua orang dan dirawat di RSUD Nganjuk.
“Jadi total sudah ditemukan 14 dan dari jumlah itu 12 meninggal dunia dan dua selamat,” kata Suyatna.
Longsor terjadi di Dusun Selopuro Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk dengan jumlah korban tertimbun 21 orang. Ke-21 orang tersebut berasal dari 12 KK.
Saat ini 186 jiwa dari 54 KK terdampak telah diungsikan di SDN Ngetos 3 dan rumah kepala desa setempat. (*/cr4)











Komentar