oleh

Langkah Kapolri Tolak Bertemu Gatot Dkk Diacungi Jempol

JAKARTA – Langkah Kapolri Idham Azis menolak bertemu Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo dkk diacungi jempol. Penolakan tersebut penting lantaran kedatangan tokoh KAMI disinyalir ada kaitan dengan penangkapan kolega mereka oleh Bareskrim Polri.

Demikian dikatakan pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

“Saya berpendapat alangkah baiknya tidak perlu bertemu dulu, biar berproses secara objektif. Karena kalau nanti sudah bertemu, ada sesuatu nanti dalam prosesnya, orang jadi memikirkan hal-hal yang belum tentu itu yang terjadi,” jelasnya.

Baca Juga:   Gagal Total, Nitizen: Namanya Usaha Coba Lagi Dong!

Direktur eksekutif EmrusCorner ini juga bilang, apabila pertemuan tersebut terealisasi, publik akan mensinyalir bahwa proses hukum terhadap aktivis KAMI tidak dilakukan secara independen oleh penyidik Bareskrim.

Karenanya, menurut Emrus, hal paling penting yang harus dilakukan Gatot bersama Din Syamsuddin dkk pascaditolak oleh Kapolri Idham Azis adalah bersiap-siap jika proses hukum aktivis KAMI bergulir ke pengadilan.

Baca Juga:   Saksi Mata Menduga Pelakunya Perempuan, Polisi Masih Meneliti

“Dari sudut GN (Gatot Nurmantyo-red), menurut pandangan saya sebaiknya mempersiapkan pengacara-pengacara yang kawakan untuk itu,” ucap Emrus.

Pihak KAMI, lanjutnya, juga bisa melakukan kajian mendalam terhadap proses hukum yang dilakukan Polri kepada para tokohnya. Sehingga bisa diketahui apakah yang dilakukan pihak Bareskrim sesuai prosedur hukum atau tidak.

“Artinya dilakukan pengkajian mulai proses awal sampai pada ditempatkan (dijadikan tersangka dan ditahan-red) di Bareskrim. Ini dikaji secara hukum, ada enggak prosedur hukum yang katakanlah belum sesuai, ini yang didiskusikan,” demikian kata Emrus. (jpn/sam)

Komentar

Berita Lainnya