oleh

Penjara Bukan Tempat Untuk Orang yang Berbeda Pendapat!

JAKARTA – Aksi aparat kepolisian menangkap ribuan demonstran hingga tokoh dan aktivis yang menolak UU Cipta Kerja menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya juga datang dari anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie.

Jimly menegaskan, penjara bukan untuk orang yang berbeda pendapat. Apalagi, saat ini penjara-penjara sudah penuh (over capacity).

Baca:   Bentrok Massa Versus Polisi Pecah di Tugu Tani

“Sekarang, penjara di mana-mana sudah penuh, kelebihan penghuni sudah 208 persen. Bahkan di kota-kota besar sudah 300 persen,” tulis Jimly di akun Twitter miliknya @jimlyas, dikutip Jumat (16/10/2020).

Oleh karena itu, Jimly meminta agar penjara-penjara tersebut diperuntukkan bagi mereka yang melakukan tindak kejahatan, bukan orang-orang yang berbeda pandangan dengan pemerintah juga ikut dibekuk dan dipenjarakan sehingga menambah penuh penjara.

Baca:   Sebanyak 31 Aparat Terluka Dirawat di RS Polri

“Maka peruntukkanlah penjara bagi para penjahat saja, bukan untuk orang yang berbeda pendapat,” lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Jimly pun memberikan masukan untuk menangani orang-orang yang berbeda pendapat.

Menurutnya, pemerintah tak perlu melakukan penahanan terhadap mereka. Namun, cukup dengan mengajak mereka berdiskusi.

“Mereka yang beda pendapat cukup diajak dialog dengan hikmah untuk pencerahan,” demikian kata Jimly. (sam) 

Komentar

Berita Lainnya