oleh

Anggota DPR Harapkan Polemik Gereja Cilegon Dituntaskan Lewat Kearifan Lokal

JAKARTA – Video disertai narasi Wali Kota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Wali Kota Sanuji Pentamarta menandatangani penolakan pendirian gereja di Cilegon viral. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf, berharap polemik terkait rencana pendirian gereja itu dituntaskan lewat aturan dan kearifan lokal.

“Masyarakat kita itu sudah dewasa dan jangan diprovokasi hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat,” kata anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori, kepada wartawan, Sabtu (10/9/2022).

“Karenanya saya memandang kasus pendirian rumah ibadah di Cilegon dikembalikan kepada aturannya dan kearifan lokal masing-masing. Sehingga ketika berdiri hal-hal itu tidak menimbulkan masalah di tengah-tengah masyarakat, tapi harus menjadi perekat bagi kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Dia mengingatkan semua pihak agar menahan diri. Bukhari mengaku tak ingin agama malah dikesankan sebagian orang sebagai sumber konflik.

Baca Juga:   Begini Respon Ketua Komisi III DPR Soal Pencopotan Kapolda Metro Jaya

“Jangan sampai agama justru dikesankan lain oleh sebagian orang bahwa agama itu sumber konflik. Padahal agama apapun itu hadir menawarkan kedamaian dan persaudaraan,” ucapnya.

Sebelumnya, video Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta ikut menandatangani penolakan pendirian gereja viral. Helldy buka suara soal peristiwa itu.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/9). Massa yang menamakan diri Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon awalnya mendatangi gedung DPRD Cilegon untuk menyampaikan aspirasi soal penolakan rencana pendirian gereja Maranatha di Cikuasa, Gerem, Kota Cilegon.

Baca Juga:   PKB Siap Tampung dan Bina Para Mantan FPI

Massa sempat membacakan pernyataan sikap yang dihadiri oleh Ketua hingga Wakil Ketua DPRD Cilegon. Massa kemudian membentangkan kain putih untuk membubuhkan tanda tangan penolakan. (*)

Berita Lainnya