oleh

BIN Turun Tangan Atas Peristiwa yang Menimpa Ulama Syekh Ali Jaber

JAKARTA – Pemerintah menyatakan tidak mempercayai dugaan pelaku penusukan ulama Syekh Ali Jaber mengalami gangguan kejiwaan. Publik pun terus mendesak agar kasus-kasus semacam ini dituntaskan, karena kuat dugaan ada motif lain.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan aparat penegak hukum akan melakukan penyelidikan terhadap jejak digital dan latar belakang pelaku penusukan tersebut.

”Aparat terus menyelidiki bagaimana latar belakang dan apa jaringan yang ada di belakang anak ini,” ujar Mahfud MD, pada Senin (15/9) melalui keterangan persnya.

Mahfud menambahkan pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi kebebasan umat beragama, apapun pandangan politiknya.

”Itu harus dilindungi kalau sedang berdakwah. Itu yang terpenting,” jelasnya.

Mahfud juga mengaku telah memerintahkan seluruh aparat mulai aparat keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88, Badan Intelijen Negara (BIN dan Kepolisian untuk menyelidiki peristiwa penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber secara tuntas dan transparan.

Baca Juga:   PKS: Motif Penusukan Syekh Ali Jaber Harus Dibongkar Tuntas

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi pengajian di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Kota Bandar Lampung, Lampung oleh seorang pria berinisial AA.

Akibat serang itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka di lengan kanannya karena serangan senjata tajam.

Kejadian itu bermula ketika Syekh Ali Jaber sedang mengisi acara wisuda hafidz quran sekaligus mengisi ceramah di Masjid Afaludin.

Baca Juga:   Tersangka Pengedar Sabu Ditembak, Kata Polisi Dia Melawan Saat Ditangkap

Tiba-tiba, pelaku penusukan berusia 24 tahun itu berlari naik ke panggung dan menusukkan sebilah pisau kepada Syekh Ali Jaber. (mas/bro)

Komentar

Berita Lainnya