oleh

Kubah Lava Terus Tumbuh, Potensi Bahaya Tetap ke Arah Selatan – Barat Daya

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitasnya.

Pertumbuhan kubah lava terus meningkat, dari pengamatan terakhir volume kubah lava di sisi barat daya diperkirakan mencapai 350 ribu m3.

“Kubah lava yang berada di kawah belum dapat teramati karena terkendala cuaca,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam siaran informasi secara daring, Senin (15/02/2021).

Dia mengemukakan, pada 11 Februari 2021 volume kubah lava 2021 di tebing barat daya terukur sebesar 295.000 m3 dengan laju pertumbuhan 48.900 m3/hari.

Baca Juga:   Alami Gempa Fluktuatif, Gunung Ijen Naik Level dari Normal Jadi Waspada

Intensitas kegempaan minggu ini, tambahnya, lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Sedangkan deformasi (perubahan bentuk) Merapi yang dipantau menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tak menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Per tanggal 13 Februari 2021 volume kubah lava Merapi mencapai 350 ribu m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata per hari sebesar 38 ribu m3,” kata Hanik.

Menurutnya, pertumbuhan kubah lava masih fluktuatif. Pada tanggal 9 Februari pertumbuhan kubah lava mencapai 49 ribu m3 per hari.

Hanik mengatakan, di Gunung Merapi terdapat dua kubah lava. Pertama di sisi barat daya dan kedua di tengah kawah.

Baca Juga:   Pengendara Wanita Waspada, Begal Payudara Kembali Beraksi di Pangkalan Bun

Sejauh ini BPPTKG masih belum bisa mengukur pertumbuhan kubah lava yang berada di tengah kawah.

Tanggal 4 Februari, katanya, ada perubahan morfologi kawah dengan kemunculan kubah lava di tengah.

“Namun hingga saat ini tidak teramati karena tertutup kabut. Kami juga belum bisa menerbangkan drone,” ujarnya.

Hanik menjelaskan suplai magma berjalan lambat, karena magma berada jauh di bawah rata-rata Gunung Merapi saat Erupsi sebelumnya.

“Jadi, Merapi pada saat Erupsi efusif ini memang berjalannya lambat jadi magma yang menuju permukaan sangat lambat, kita lihat suplainya di bawah rata-rata Merapi,” terangnya.

Baca Juga:   Sembuh Tetap Waspadai Covid-19

Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas Erupsi efusif. BPPTKG masih menetapkan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya Gunung Merapi meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (*)

Komentar

Berita Lainnya