oleh

Gempa Banten: Lebih 120 Desa Terdampak, 1100 Rumah Rusak

PANDEGLANG – Setidaknya 1.100 bangunan rusak di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, menyusul gempa berkekuatan 6.6 pada Skala Richter yang terjadi Jumat (15/1/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang menyebutkan ada 28 kecamatan dan 123 desa terdampak bencana tersebut.

Kawasan dengan dampak terparah adalah Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

Pihak BPBD mengumumkan perincian sementara, kerusakan ringan terjadi atas 617 rumah, 269 rusak sedang, dan 214 rusak berat.

Baca Juga:   Guncangan Kuat, Warga Tojo Una-una Panik Berhamburan ke Luar Rumah

Pihak BPBD juga melaporkan 14 Puskesmas, 12 sekolah, 4 masjid, dan 3 kantor desa yang mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa tersebut, lebih dari 200 warga di sejumlah wilayah harus mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang pun menetapkan status tanggap darurat bencana gempa.

“Penetapan status tanggap darurat itu terhitung 14 hari ke depan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro.

Baca Juga:   Banjir di Kabupaten Landak Belum Surut, BNPN: Distribusi Logistik Terus Jalan

Girgi menuturkan penetapan status tanggap darurat lantaran kerusakan bangunan cukup banyak, sehingga banyak warga mesti mengungsi.

Girgi menyebut tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana itu. Namun, dua warga Cikeusik mengalami luka ringan.

Dia menyebut kerusakan rumah, sekolah, dan perkantoran bakal bertambah. Petugas dari pemerintah kecamatan dan desa masih melaporkan kepada BPBD setempat.

Baca Juga:   Dua Sungai Meluap, Delapan Desa di Jombang Dilanda Banjir

Pihak BPBD Pandeglang juga mendirikan tenda, dapur umum, dan tempat pengungsian untuk penanganan korban.

Girgi menyebut dengan status tanggap darurat, pemerintah daerah memfokuskan penanganan terbaik pascabencana dan untuk memberikan pelayanan kepada korban bencana alam.

“Penanganan ini merupakan bentuk pengurangan risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya