TANGERANG – Situasi pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, melatih kemandirian dan keterampilan kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Ini merupakan langkah untuk terus mengasah bakat dan keterampilan para WBP dalam rangka menuju Indonesia Tumbuh, Indonesia Bangkit.
Walaupun dari balik jeruji, para WBP masih punya mimpi untuk berkreasi dan berkarya untuk ibu pertiwi.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang menghadirkan Prison Art Show sebagai etalase talenta-talenta para WBP di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dan Lapas/Rutan lain di wilayah Tangerang Raya.
Enam UPT Pemasyarakatan se-Tangerang Raya ikut andil dalam menyuguhkan talenta berbakat WBP dalam Prison Art Show ini.
Selain Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, ada juga Lapas Kelas I Tangerang, LPKA Kelas I Tangerang, Lapas Kelas IIA Tangerang, Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, dan Rutan Kelas I Tangerang.
Semua menyemarakkan kegiatan dalamrangkaian acara dari 76 jam Pemasyarakatan menuju 76 tahun kemerdekaan Indonesia, Sabtu (14/8/2021).
Hadir dalam acara ini Kadek Anton Budiharta selaku Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang beserta jajaran, sekaligus mendampingi Heni Yuwono, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta jajaran.
Acara juga dihadiri Agus Toyib selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten yang didampingseluruh Pimti Pratama Kantor Wilayah Kemenkumham Banten.
Prison Art Show adalah serangkaian kegiatan yang menampilkan bakat serta memamerkan seni dan kerajinan hasil dari pembinaan dan pembimbingan di Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak, Lembaga Pemasyrakatan Perempuan, dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
“Khusus edisi kali ini, kami menampilkan hasil buah tangan dan kesenian para WBP se-Tangerang Raya,” kata Heni Yuwono.
Kadek Anton Budiharta mengaku sangat senang dan bangga Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang bisa jadi tuan rumah dari Prison Art Show ini.
Ini juga menjadi salah satu momentum untuk memamerkan hasil kerajinan dan kesenian para WBP yang telah diberikan beragam pelatihan.
“Ini tanggung jawab yang besar guna menunjukkan talenta hebat para WBP se-Tangerang Raya. Kami juga bangga jadi tuan rumah. Alhamdulillah kami bisa menyuguhkan yang terbaik,” kata Kadek Anton Budiharta.
Acara berjalan secara live streaming melalui platform YouTube di akun Humas Ditjenpas.
Dimulai pada pukul 14.30 WIB, Prison Art Show diawali penampilan Palang Pintu dari para WBP Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
Acara dilanjutkan seni angklung dari para anak didik LPKA Kelas I Tangerang.
Secara berturut-turut acara dilanjutkan penampilan band, musik etnik, dan lenong kabaret dari WBP Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
Para WBP dari Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang juga turut hadir menampilkan Rampak Bedug yang memainkan lagu-lagu nasional seperti Manuk Dadali, Rayuan Pulau Kelapa, dan Berkibarlah Bendera Negeriku.
Prison Art Show juga menampilkan talk show yang menghadirkan pembicara Agus Toyib selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten.
Ia didampingi seluruh Pimti Pratama Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Banten.
Tak hanya menampilkan kesenian musij, beberapa WBP juga menampilkan tarian dan pembacaan puisi.
Adalah WBP dari Lapas Kelas IIA Tangerang yang memberikan suguhan kepada penonton dengan menghadirkan penampilan Tari Gejrik, serta akustik dan pembacaan Puisi.
Acara ditutup penampilan Band gabungan dari seluruh WBP yang mengisi Prison Art Show. Mereka menyanyikan lagu dari Band Cokelat yang berjudul Bendera.
Prison Art Show edisi Tangerang Raya disiarkan secara langsung dari akun YouTube Humas Ditjenpas pada Sabtu, 14 Agustus 2021 pukul 14.30 WIB.
Seluruh pengisi acara dan pendamping telah dites swab antigen Covid-19 dengan hasil negatif. Demikian pula seluruh pengisi acara dan pendampingnya.
Prison Art Show digelar dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat. (Rls).











Komentar