oleh

Masa Puasa Terlama 22 Jam di Islandia, Tersingkat di Angola 12 Jam

JAKARTA – Ramadhan tahun ini dimulai Selasa, 13 April 2021. Puasa dilaksanakan sebelum matahari terbit hingga terbenam.

Satuan waktu ini bisa berlangsung sekitar 10-22 jam, tergantung di mana Anda berada.

Mengutip Al-Jazeera, bagi umat Islam yang tinggal di belahan bumi utara, durasi puasa akan lebih panjang ketimbang yang tinggal di belahan bumi selatan.

Durasi puasa terlama akan dirasakan oleh umat Islam di Islandia dan di kota Nuuk, Greenland, dengan total 19-22 jam berpuasa.

Umat Islam di Skotlandia, Norwegia, Denmark, dan Rusia, mereka akan menjalankan puasa selama 17-18 jam.

Baca Juga:   Bubarkan Balap Liar, Polsek Tapango Jaring Lima Sepeda Motor

Semetara, Angola dan Indonesia akan melaksanakan puasa dengan durasi 12-13 jam.

Ini termasuk durasi paling pendek dalam kurun “sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam.”

Di Islandia, umat Islam hanya punya waktu dua jam untuk berbuka dan sahur. Bulan Ramadhan matahari bersinar lebih lama saat musim panas.

Matahari baru terbenam sekitar pukul 23.00 dan terbit pada pukul 04.00 waktu setempat.

Karena waktu puasa yang panjang itu, mereka hanya memiliki waktu dua jam untuk berbuka, shalat tarawih, dan santap sahur.

Asti, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Islandia sejak 2016 memiliki pengalaman berpuasa dalam waktu yang lama dalam sehari.

Baca Juga:   Saran Ustaz Maulana Soal Buka Puasa Masa Pandemi

Asti bercerita, di Islandia ada dua masjid, Islamic Cultural Center of Iceland (ICCI) dan Félag Múslima á Íslandi atau masjid Ármúli, yang memiliki aturan berbeda soal puasa.

Pada awal kedatangan Asti ke Islandia, dirinya mengaku mengikuti puasa dengan acuan Masjid ICCI yang mana berpuasa selama 22 jam.

“Waktu pindah ke sini Juni 2016 kan sedang puasa Ramadhan. Terus Asti puasa Ramadhan ikut masjid ICCI yang puasanya 22 jam waktu itu,” katanya seperti dikutip Kompas.com

Muslim di Islandia bernama Sulaiman menceritakan pengalamannya selama Ramadhan di sana.

Baca Juga:   Penggemar 'Ikatan Cinta' Gelisah, Minta Tayang Usai Tarawih Selama Ramadhan

Pengalaman tersebut dirasakannya sejak ia pindah dari negara asalnya, Pakistan, ke Islandia.

Setelah menahan lapar dan dahaga selama 22 jam, Sulaiman hanya menyantap buah dan yoghurt untuk sahur. Kemudian ia tidak makan atau minum hingga saatnya berbuka.

“Saya berpuasa selama 22 jam karena sesuai ajaran Islam kami harus berpuasa dari subuh hingga matahari terbenam,” ujar Sulaiman seperti dikutip BBC.

Di negara kecil di Eropa Utara ini terdapat sekitar 1.000 orang pemeluk agama Islam. Hampir seluruh warga muslim di Islandia merupakan pendatang. (*)

Komentar

Berita Lainnya