oleh

Meningkat, Permintaan Ikan Lele di Cirebon Selama Ramadhan

CIREBON–Permintaan ikan lele pada bulan puasa di Cirebon Jawa Barat mengalami peningkatan. Hal tersebut membuat para pengepul kesulitan untuk mendapatkan ikan.

Seperti yang dikatakan Didi (60), warga Gebang Kabupaten Cirebon ini, mengaku cukup kewalahan untuk mencari stok lele untuk ia jual kembali.

Didi sudah memiliki pelanggan khusus, sehingga dirinya tinggal mengirimkan lele langsung kepada pelanggannya, yang mayoritas merupakan pedagang pecel lele.

“Sekarang permintaannya cukup banyak,” kata Didi di Cirebon, Minggu (2/5/2022).

Jika biasanya ia hanya menjual sebanyak 1 kwintal ikan lele, pada bulan puasa ini, kebutuhannya mencapai hingga 4 kwintal ikan lele setiap harinya.

Baca:   Vaksinasi Covid-19 di Bangka Belitung Tetap Berjalan Selama Ramadhan

Saat ditemui, Didi sedang membeli ikan lele, di tempat Budidaya Ikan Lele Rea Abadi di Desa Kanci Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Budidaya ikan lele binaan perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power ini, memang menjadi salah satu langganannya.

Ia belum mengetahui, ada berapa banyak ikan lele yang bisa ia beli dari tempat langganannya itu. Tapi Didi menantang, siap membeli seluruh hasil panen kali ini.

“Kalau ada 4 Kwintal atau lebih, tetap saya beli,” kata Didi.

Duman, ketua kelompok budidaya Rea Abadi mengatakan, dirinya memang sudah cukup lama berkecimpung dalam budidaya lele. Namun keterbatasan modal, membuat usahanya itu sempat terhenti sekitar dua tahun.

Baca:   Biasa Keliling 40 Kota, Opick Dua Tahun Sepi Order Saat Ramadhan

“Tahun ini, kami diberikan dukungan dari Cirebon Power untuk permodalan. Selain itu, tanah yang digunakan juga, merupakan tanah bengkok desa,” ujar Duman.

Untuk budidaya kali ini, Duman baru melakukan dua kali panen. Hasil panennya, semuanya dibeli oleh Didi, yang juga merupakan pelanggan lamanya.

Selama dua kali panen, ia sudah bisa panen sebanyak 1 ton ikan lele. Namun jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan pasar.

Bahkan Duman bercerita, bahwa ada yang berani membeli dengan harga yang sudah ditetaokan sebelumnya. Hal tersebut karena kebutuhan lele yang meningkat saat ini.

Baca:   Tindak Bangunan Bermasalah, Bobby Nasution Selamatkan PAD Rp 250 Juta dalam Sebulan

“Tapi karena kami sudah bekerjasama lama dengan Pak Didi, jadi tetap saya jual ke Pak Didi dengan harga Rp 17 ribu per kilo. Sempat ada yang menawar Rp 18ribu perkilo,” kata Duman.

Dengan dukungan yang diberikan oleh Cirebon Power, Duman berencana untuk menambah balongnya yang saat ini hanya berjumlah tiga buah. Ia berencana menambah empat balong lagi.

Pada panen kali ini, Duman memperkirakan bisa memanen sebanyak 500 kg ikan lele. Semua ikan tersebut, akan dibeli oleh Didi untuk dijual kembali kepada pelangannya.

”Karena permintaannya terus melonjak, kami berencana untuk menambah jumlah balongnya,” ujar Dumadi. (*)

Komentar

Berita Lainnya