JAKARTA – Polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pelaku pembunuhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta.
Dari hasil pemeriksaan diketahui, dua remaja, masing-masing berusia 20 dan 18 tahun, membunuh korban atas suruhan seorang perempuan (38).
Untuk itu, mereka dijanjikan bayaran Rp 1 juta, dan mereka baru meneima uang muka masing-masing Rp 500 ribu.
“Dia yang menusuk korban. Dia mengaku menusuk korban menggunakan gunting. Gunting yang dia tusukkan itu disediakan orang yang menyuruh,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto, Minggu (13/2/2022).
Budhi menuturkan, pelaku diduga menerima imbalan sejumlah uang untuk melakukan pembunuhan.
“Dari informasi, interogasi yang kami dapatkan, pelaku mendapat bayaran dari orang yang menyuruhnya. Bahkan perintahnya juga jelas untuk menghabisi,” katanya.
Penyidik menduga masih ada pelaku lain dalam kasus ini. Pengejaran terus dilakukan kepada para pelaku.
“Ada yang menyuruh, ada juga mungkin yang membantu. Menurut informasi yang kami terima, saat setelah kejadian, pelaku berboncengan menggunakan motor korban,” ujar Budhi.
Sebelumnya, viral video pendek di media sosial tentang penemuan mayat pria di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kober, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Korban ditemukan bersimbah darah.
Dalam video nampak terdapat luka tikam pada jenazah korban. Korban diduga tewas dibunuh.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
Dia juga mengkonfirmasi bahwa korban diduga kuat tewas dibunuh. “Benar, diduga dibunuh,” kata Budhi saat dihubungi, Jumat (11/2/2022).
Teman wanita korban, Hilda, mengaku kenal dengan dalang pembunuhan itu, LM. Dia menduga korban dibunuh karena persoalan sewa motor.
Hilda sempat dipertemukan dengan dua eksekutor pembunuh bayaran yang menghabisi korban. ia dipertemukan dengan keduanya saat diperiksa sebagai saksi, Jumat (11/2/2022) malam.
Hilda diberi tahu bahwa pelaku berjumlah tiga orang, yakni dua orang eksekutor dan seorang dalang yang menyewa kedua eksekutor untuk membunuh.
Saat itu, kedua eksekutor memberi tahu Hilda bahwa mereka disuruh oleh perempuan berinisial LM. Hilda mengaku mengenal LM. Kata Hilda, mereka berteman. (*/Siberindo.co)
– dari berbagai sumber










