oleh

Rektor USK Soroti Penerapan PPKM di Banda Aceh

BANDA ACEH–Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Samsul Rizal menyoroti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Banda Aceh. Menurutnya hal tersebut seperti tidak ada artinya karena masih banyak orang yang berkumpul seolah pandemi telah berakhir.

“PPKM level 3 di Banda Aceh saat ini seperti tidak ada artinya. Hal ini terlihat masih banyak orang yang berkumpul atau beraktivitas secara bebas seolah pandemi sudah berakhir,” kata Samsul Rizal saat memberikan sambutan pada penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 59 Pegawai USK, Senin (9/8/2021).

Samsul menegaskan, pandemi ini tidak akan berakhir jika hanya sebagian orang saja yang peduli, dan lainnya tidak. Hal inilah yang terjadi di Amerika, di mana varian delta meningkat di negara tersebut. Sebab masih ada masyarakat Amerika termasuk pemimpin yang tidak peduli dengan pandemi ini.

Untuk itulah, Samsul mengharapkan pegawai USK dapat menjadi contoh di masyarakat bagaimana semestinya menghadapi pandemi ini.

“Jadi tidak ada gunanya, kalau hanya USK saja yang peduli. Maka banyak orang berkomentar, ketika kita umumkan USK ada sembilan orang meninggal dan 300 positif, langsung heboh. Padahal, kita melakukan tracing seperti itu agar mudah mendeteksi sebaran virus ini,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Samsul Rizal menyerahkan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 59 pegawai USK. Kegiatan tersebut juga bersamaan dengan pengambilan sumpah 37 Pegawai Negeri Sipil USK yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (9/8/2021)

Samsul Rizal dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada pegawai yang menerima penghargaan Satya Lencana atas pengabdiannya selama ini di USK. Semangat dan dedikasi mereka selama ini, telah turut serta membawa USK berhasil meraih berbagai pencapaian penting seperti sekarang ini.

Selanjutnya, Rektor juga mengingatkan agar pegawai USK terus berbenah dengan mengubah mindset serta meningkatkan kompetensinya, dalam menghadapi perubahan dunia yang tidak pasti.

“Pandemi Covid-19 yang terjadi hari ini adalah bukti, dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian,” ujar Samsul Rizal.

Pada kegiatan ini USK menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di mana sebanyak 12 penerima Satyalancana hadir secara luring dan 47 lainnya secara daring.

Begitu juga PNS yang diambil sumpahnya, yang hadir secara langsung sebanyak 14 orang dan 23 orang lainnya secara daring. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I dan II USK, Kepala Biro, serta para dekan di lingkungan USK. [Acehonline.co]

Komentar

Berita Lainnya