SANGATTA – Melonjaknya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutai Timur (Kutim), membuat Pjs Bupati Kutim Moh Jauhar Efendi mengambil beberapa langkah tegas.
Demi menekan sekaligus mengendalikan penularan Covid-19 di wilaysh Kutim, dalam waktu dekat Moh Jauhar akan memberlakukan jam malam.
Angka penularan yang tinggi di Kecamatan Sangatta Utara menjadi perhatian khusus Jauhar.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan bagi kepala desa dan unsur perangkat desa serta unsur Kecamatan Sangatta Utara, Gedung BPU, Kantor Camat Sangatta Utara, Selasa (10/11/2020) pagi.
Kutim kini masuk peringkat 30 nasional pasien positif Covid-19 se Indonesia. Perbup pemberlakuan jam malam yang pernah terbit akan lebih dimaksimalkan implementasinya.
“Jadi pemberlakuan jam malam itu sudah lama dilakukan di daerah lain yakni Balikpapan. Ke depan di Sangatta Utara dan Selatan bakal dikonsentrasikan pemberlakuan jam malam,” tegas Jauhar.
Untuk penerapan program dimaksud, Jauhar meminta dukungan semua pihak. Kluster perusahaan yang menjadi penyumbang pasien Covid-19 terbanyak di Kutim, turut disoroti.
Dari itu penanganan Covid-19 harus bersinergi dengan semua pihak. Sehingga bisa menekan laju pertumbuhan Covid-19 di Kutim.
Jauhar mengatakan, di Kutim ada 12 kecamatan dengan status zona hijau. Kemudian empat kecamatan zona kuning. Sisanya zona merah.
Ia pun terus menerus mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menerapkan protokol kesehatan untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19. (*)











Komentar