oleh

Dua Anggota DPRD Berkelahi Saat Bahas Pengelolaan Dana CSR

MEDAN – Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, berkelahi di tengah rapat dengar pendapat di Kantor DPRD setempat, Kamis (8/7/2021).

Dalam rapat dengar pendapat itu, para anggota DPRD, antara lain membahas pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) di Labusel.

Kedua anggota dewan yang terlibat keributan tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Labusel Fraksi PDI-P Zainal Harahap dan anggota DPRD Labusel dari Fraksi PKPI Arwi Winata.

Sekretaris DPRD Labuhanbatu Selatan Ismail Sawito mengatakan, keributan itu berawal saat pihak Pemerintah Kabupaten Labusel meminta pembahasan terkait dana CSR itu dapat segera dilakukan.

Baca:   Mengaku Pendapatanya Tak Cukup, Anggota DPRD Minta Presiden Cabut Perpres 33/2020

Namun, ada anggota DPRD lain yang menolak dan meminta agar dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak Pemprov Sumut.

“Dalam pembahasannya masih ada satu anggota DPR atas nama Haji Sangkot meminta konsultasi ke Gubernur (Sumut), dalam hal ini biro hukum,” katanya, Jumat (9/7/2021).

Masalah itu, lanjut dia, kemudian memunculkan perbedaan pendapat dalam forum dan berujung dengan insiden tersebut.

“Menurut laporan, terjadi beda pendapa antara wakil ketua dan salah satu anggota DPRD tentang pengelolaan corporate social responsibility (CSR) di Labusel,” ujarnya.

Pihaknya akan membicarakan insiden itu di lintas pimpinan dengan Badan Kehormatan. Apakah ada pelanggaran etika, atau tidak, Badan Kehormatan lah yang menentukan.

Baca:   GATA NKRI Demo Tolak KAMI di Aceh

Zainal Harahap enggan memberikan komentar soal itu. “Sudah lah. Tanya aja nanti ke kantor ya. Udah lewat itu,” ujar Zainal.

Video yang memperlihatkan keributan antar anggota DPRD itu sebelumnya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 8 menit 13 detik, terlihat pihak dari perusahaan perkebunan sedang menyampaikan laporan penyaluran CSR-nya.

Video itu diunggah akun Instagram @laburaku. Awalnya, terlihat seorang pria berkemeja biru tengah berbicara.

Saat rincian obyek penerima CSR sedang dibacakan satu per satu, seorang anggota DPRD mengintErupsi sidang.

Anggota DPRD itu meminta agar obyek penerima tidak usah disebutkan satu per satu.

Baca:   Peringatan Mendagri Tak Digubris, Protokol Kesehatan Diabaikan

“Totalnya saja yang disebutkan,” kata anggota DPRD tersebut.

Alasannya, kata dia, agar sidang tersebut tidak memakan waktu yang lebih lama.

Pihak perusahaan kemudian melanjutkan dengan menyebut jumlah total dana CSR mereka di tahun 2020.

Namun tak berapa lama kemudian anggota DPRD lainnya yakni Arwi Winata dari Fraksi PKPI kembali meminta agar perusahaan kembali merinci obyek penerima CSR-nya.

Perbedaan ini kemudian memicu pertengkaran. Selang sesaat, pria berkemeja merah tiba-tiba membanting sebuah buku.

Keduanya kemudian berdiri dan langsung berkelahi.

Sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian terlihat langsung berusaha melerai perkelahian itu. (*)

Komentar

Berita Lainnya