oleh

PUPR Diminta Gerak Cepat Perbaiki Jalan Ambles di Tol Cipali

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta segera melakukan perbaikan di bagian ruas Tol Cikopo – Palimanan (Cipali), Jawa Barat, yang ambles baru-baru ini.

Bukan tanpa alasan, menurut anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat, perbaikan diperlukan agar tidak menghambat pergerakan arus logistik yang sangat penting pada masa pandemi Covid-19. 

“Amblesnya jalan tol Cipali diperkirakan akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, sehingga seharusnya sudah dapat diantisipasi dari info tersebut,” kata dia di Jakarta, Rabu (10/2).

Syahrul mengingatkan, sebagian jalur Pantura juga putus karena Banjir serta mengakibatkan pula jalur kereta juga terputus di Semarang, Jawa Tengah. 

Hal itu berdampak terhadap meningkatnya biaya logistik dan lamanya pengiriman karena jalur yang masih mungkin dilewati adalah jalur selatan yang lebih jauh. 

“Kejadian ini menyebabkan terjadinya kemacetan dan terhambatnya arus logistik karena saat ini jalan Tol Cipali hanya dapat digunakan satu jalur. Serangkaian kejadian ini dikhawatirkan akan memutus rantai pasok logistik ke Jakarta. Maka, tindakan cepat dan tepat dibutuhkan oleh pemerintah dan pengelola jalan tol saat ini,” kata politisi PKS ini.

Baca:   PSI: Penerapan PSBB Tidak Akan Kurangi Angka Penularan Covid-19

Syahrul juga meminta Pemerintah dan pengelola tol segera melakukan investigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi dan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. 

“Kajian tersebut termasuk dengan pengerjaan awal jalan tol tersebut yang terkesan terburu-buru alias kejar tayang,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, di ruas Tol Cipali KM 122 arah Jakarta terjadi longsor pada Senin (8/2). Longsor ini disebabkan gerusan lereng badan jalan akibat tingginya intensitas hujan di Jawa Barat sehingga membuat jalan retak sepanjang 40 meter. Kementerian PUPR saat ini melakukan penanganan amblesnya jalan di ruas Tol Cipali KM 122 arah Jakarta.

Baca:   Antrean Penumpang Mengular di Soetta, Demokrat: Pemerintah Gagal Adaptif

“Kami tengah melakukan sejumlah upaya untuk penanganan longsoran tersebut, di antaranya pemasangan sheet pile di sisi median untuk untuk proteksi lajur A (dari arah Jakarta menuju arah Semarang) dan juga untuk proteksi potensi gerakan di lokasi sliding,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian. 

Menurut Hedy, untuk mengurangi beban lalu lintas, juga akan dibangun 2 lajur sementara di median (detour) sepanjang 200 meter dari KM 122+300 hingga KM 122+500 dengan waktu pengerjaan 10 hari. (sam)

Komentar

Berita Lainnya