SUMEDANG – Setidaknya, 14 orang meninggal dalam bencana longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).
Dalam bencana tersebut Kepala Seksi BPBD Sumedang, seorang staf Basarnas dan Komandan Koramil Cimanggung menjadi korban tewas tertimbun longsor.
Ketiga korban ini tewas tertimbun longsor susulan, ketika mereka mengevakuasi warga yang telah tertimbun sebelumnya.
Ketiga korban tersebut, yakni Danramil Cimanggung Kapten Prasetio, Kasi BPBD Sumedang Yedi, Kasi Trantib Kecamatan Cimanggung Suhanda.
Longsor melanda permukiman di Dusun Bojongkondang, Sabtu (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB.
Longsor ini menimpa belasan rumah berikut penghuninya. Tim gabungan TNI/Polri, BPBD dan warga, segera melakukan evakuasi.
Sekitar pukul 19.00 WIB terjadi longsor susulan sehingga menimpa warga dan tim evakuasi.
Sekitar pukul 22.00 WIB tim evakuasi dari BPBD Sumedang, Basarnas, serta Polres dan Kodim 0610 Sumedang, melanjutkan pencarian dan evakuasi korban.
Tim berhasil mengevakusi 14 korban, tiga orang selamat dan 11 lainnya tewas termasuk Danramil Cimanggung dan Kasi BPBD Sumedang.
Belakangan, tim menemukan lagi tiga korban tewas. Tim masih terus mencari para korban. Diperkirakan masih ada lima atau lebih warga yang tertimbun.
Sebelumnya ada 15 orang warga selamat (luka ringan), menyelamatkan diri setelah longsor kedua.
Setelah korban yang bisa diselamatkan tidak ada lagi, pada pukul 01.20 WIB pencarian dan evakuasi dihentikan sementara.
Longsor Sabtu (9/1/2021) itu diperkirakan karena hujan deras sepanjang hari, dan kondisi tanah yang labil akibat pengelolaan yang tidak tepat.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan, peristiwa itu menyusul hujan deras sepanjang hari. Hujan itu mengikis tebing di atas permukiman.
“Longsor menimbun 14 rumah. Korban luka 12 jiwa. Korban lain masih dicari, belum bisa diketahui baik jumlah maupun kondisinya,” kata Budi dari BPBD Jabar.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, meninjau langsung lokasi bencana ini, Minggu (10/1/2021).
Ia mengingatkan warga di sekitar lokasi, agar menahan diri untuk tidak melakukan aktifitas secara normal sementara waktu.
“Tunggu sampai pemerintah mengeluarkan hasil kajian dan pendataan, bahwa kawasan itu zona merah dan nanti kemungkinan akan direlokasi,” ujar Doni seusai meninjau lokasi longsor.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, longsor yang terjadi dua kali dalam tempo singkat sebagai peringatan atas kelaikan lahan untuk dijadikan pemukiman.
“Tak semua lahan layak dijadikan permukiman. Apalagi dengan kemiringan tinggi. Rawan terjadi longsor yang mengancam jiwa,” kata Ridwan Kamil saat bersama Kepala BNPB meninjau lokasi. (*)











Komentar