oleh

Gubernur Jawa Barat Ogah Terapkan PSBB Ketat

-News, Nusantara-362 views

JAKARTA – Provinsi Jawa Barat tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti yang diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar sudah efektif menekan angka penyebaran kasus baru Covid-19.

Buktinya adalah, penanganan klaster Secapa AD di Kota Bandung pada Juli lalu. Dikatakan Kang Emil, sapaannya, pihaknya berencana merekomendasikan metode penanganan serupa untuk wilayah yang masih ada kasus aktif Covid-19 di Jabar.

Baca Juga:   Atalia Ridwan Kamil Positif Covid-19: Padahal Saya Disiplin Sekali Prokes

“Ketika ada kasus di Secapa, yang ditutup itu bukan satu Kota Bandung, tapi cukup satu kelurahan (Hegarmanah, red) di mana lokasi Secapa itu berada, alhamdulillah sekarang 100 persen perwiranya sembuh,” ucap Kang Emil dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, sekitar 70 persen kasus Covid-19 Jabar terjadi di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) atau wilayah yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga:   Keterisian Rumah Sakit di Jabar Terus Turun

Untuk itu, terkait penerapan Jakarta yang kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka penularan Covid-19, Kang Emil mengatakan bahwa Bodebek pun akan menyesuaikan dengan kebijakan ibu kota.

“Apa pun yang diputuskan oleh DKI Jakarta, Jawa Barat di zona Bodebek ini akan menyesuaikan,” tambahnya.

Meski begitu, Kang Emil menegaskan bahwa Bodebek bukan berarti akan melakukan PSBB ketat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala daerah di Bodebek sebelum mengeluarkan kebijakan.

Baca Juga:   Ini Dia 20 Daerah di Jabar yang Terapkan PSBB 11-25 Januari

“Tetapi definisi menyesuaikan itu bukan berarti jawabannya pengetatan PSBB juga, karena di Jawa Barat selama ini sudah melakukan yang namanya Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan itu efektif,” tandasnya. (sam)

Komentar

Berita Lainnya