KUPANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur melaporkan, kerugian akibat siklon Seroja yang dialami nelayan-nelayan di Kota Kupang kurang lebih mencapai Rp4,8 miliar.
“Diperkirakan satu kapal itu nilainya mencapai Rp300 juta. Nah ada 16 kapal nelayan yang rusak berat bahkan hancur saat kejadian itu,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan NTT Ganef Wurgianto kepada Antara di Kupang, Kamis, (8/4/2021).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan dampak yang dialami para nelayan di NTT akibat siklon Seroja, khususnya nelayan di Kota Kupang.
Ganef mengakui, pihaknya saat ini masih mendata nelayan-nelayan yang terdampak langsung dan mengalami musibah akibat siklon tersebut.
Sedangkan 16 kapal nelayan yang rusak dan hancur itu ada di tempat pendaratan ikan di Tenau, Kupang.
“Sementara untuk daerah lain di NTT ini masih kita data berapa kerugian dan juga apakah ada yang terkena dampak atau tidak,” ujar dia.
Ia juga menambahkan, pemerintah NTT berkomitmen untuk memperhatikan nelayan-nelayan kecil yang terdampak bencana tersebut, Minggu (4/4/2021) lalu.
Ganef juga akan segera melaporkan kepada gubernur NTT Viktor B Laiskodat, agar kemudian bisa melaporkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pihak Pemprov, ujar Ganef, secepatnya akan segera memberikan bantuan kepada para nelayan yang ada di Kota Kupang agar bisa segera beraktivitas kembali untuk memenuhi kehidupan keluarga mereka.
Ganef juga mengatakan saat ini juga jalan penghubung ke dermaga tempat sandar kapal juga ambruk saat sikon seroja.
Akibatnya distribusi kebutuhan seperti pendingin ikan, solar untuk kapal nelayan juga akhirnya terhambat.
“Untuk jalan menuju dermaga itu, kita sudah minta bantuan kepada perusahaan agar bisa membantu kami. Untuk pengerjaannya akan dilakukan secara bersama-sama,” ujar dia. (*/cr9)
Sumber : Kupang.antaranews.com











Komentar