MAMASA– Memasuki hari kedua, upaya pencarian tiga korban kecelakaan lalu lintas yang hilang terseret arus sungai di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terus dilakukan.
Selain mengerahkan Tim SAR Gabungan, yang menyisir sepanjang aliran sungai dan menyelami sungai berarus deras, warga juga menggelar ritual aluk todolo.
Aluk Todolo adalah kepercayaan leluhur nenek moyang suku Toraja. Upacara ini dilakukan dengan harapan ada petunjuk teantang korban.
Ritual ditandai dengan pemotongan dua ekor ayam, kemudian dimasak bersama beras dalam potongan bambu.
Setelah dibacakan mantra oleh tetua setempat, ayam dan beras yang telah dimasak, dilarung masuk sungai, tempat korban kecelakaan dan dinyatakan hilang.
Seorang warga setempat, Mallun mengatakan, ritual digelar atas permintaan salah satu keluarga korban, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.
“Menurut petunjuk itu, silakan dicarikan hewan sebagai kurban. Sesuatu yang ada bulunya, tentunya bulu ayam putih dan merah,” ujar Mallun kepada Paceko.com grup Siberindo.co di lokasi kecelakaan, yang menjadi tempat ritual, Rabu (05/05/2021) siang.
“Jadi ini yang sudah kami lakukan bersama orang tua, untuk meminta korban yang selama ini kita cari agar cepat kita temukan,“ sambungnya.
Menurut Mallun, ritual seperti ini sering dilakukan warga, yang masih memegang teguh kepercayaan aluk todolo.
“Aluk todolo adalah keyakinan bersatu dengan alam. Misalnya ada hal seperti ini, tentunya orang tua berhubungan dengan Tuhandengan sarana-sarana yang sudah kita saksikan tadi,“ ujar Mallun.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi DD 1348 SC yang ditumpangi sedikitnya 10 warga terjun ke sungai di dasar jurang.
Mobil yang disopiri Muammar (26) itu masuk jurang sedalam lima puluh meter, di Jalan Poros Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Selasa (4/5/2021).
Mobil sempat terbawa arus sungai dan tenggelam di sungai yang berada di dasar jurang.
Tujuh penumpang termasuk sang sopir berhasil selamat setelah mendapat pertolongan warga.
Tiga penumpang lainnya, masing-masing bernama Kayla (12), Nayla (20 bulan) dan Nur Indah Sari (30), dinyatakan hilang akibat terseret derasnya arus sungai.
Polisi menduga, kecelakaan akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi. (thaya/sur)











Komentar