oleh

Jembatan Diterjang Banjir, Pelajar di Polman Seberangi Sungai Deras

POLMAN–Murid kelas jauh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 044 Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras setiap kali menuju sekolah maupun kembali ke rumah. Dua jembatan yang selama ini mereka lintasi untuk menyeberangi sungai ambruk diterjang banjir.

Setidaknya, para murid yang berasal dari Dusun Tondopata ini, harus dua kali keluar masuk sungai agar bisa sampai di sekolah yang berada di Dusun Rakasang.

Kendati berbahaya, para murid mengaku tidak takut saat menerobos derasnya arus Sungai Alapahan. Mereka bersemangat, dengan harapan dapat menuntut ilmu di sekolah.

Baca Juga:   Pelajar dan Mahasiswa Nduga Tuntut Panglima TNI Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Empat Warga Sipil

“Setiap hari harus lewat sungai ini. Tidak takut karena harus sekolah. Jembatan rusak karena kena banjir,” ungkap salah satu murid, Wulan kepada wartawan, Kamis siang (4/11/2021).

Kendati demikian, saat curah hujan tinggi, para murid diketahui kerap gagal sampai di sekolah.Jika air meluap, sungai menjadi sulit diseberangi.

“Kalau besar airnya (sungai) tidak pergi ke sekolah. Pak guru bilang tidak apa-apa, kita berharap cepat ada jalan baru,” ungkap murid lainnya, Amirah.

Guru SDN 044 Riso, Sapriadi mengungkapkan, perjuangan yang harus dilalui muridnya agar sampai ke sekolah, sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Dua jembatan penghubung di daerah ini, diketahui ambruk usai diterjang Banjir bandang yang terjadi Kamis (26/8) lalu.

Baca Juga:   Viral, Ratusan Pelajar SMA Pesta Dugem di Aula Kantor Bupati

“Jadi penyebab anak murid saya menyeberangi sungai, karena pada tanggal 26 agustus lalu, terjadi Banjir bandang, mengakibatkan dua jembatan di daerah Tondopata terputus. Sehingga anak murid saya harus menyeberangi sungai,” terangnya terpisah.

Menurut Sapriadi, pemerintah desa setempat telah mengalokasikan anggaran perintisan jalan baru, dan tidak perlu melintasi sungai. Ia berharap, perintisan jalan tersebut segera tuntas, agar para murid dapat ke sekolah dengan aman tanpa harus menyeberangi sungai yang arusnya deras.

Baca Juga:   Kemlu Fasilitasi Anak-anak Pekerja Migran Lanjutkan Sekolah di Tanah Air

“Alhamdulillah, pemerintah telah menganggarkan dana perubahan dari dana desa untuk merintis jalan, menghindari anak-anak menyeberang sungai. Karena masih perintisan jalan, jadi anak-anak masih menyeberang,” katanya.

Berdasarkan pantauan wartawan, pondasi dan rangka kedua jembatan yang ambruk diterjang banjir, masih tampak berada di bantaran sungai. Jarak kedua jembatan yang ambruk sekira seratus meter saja. Kendati arusnya deras, ketinggian air saat dilintasi para murid hanya sebatas lutut. (thaya/sur)

Komentar

Berita Lainnya