Penipuan Lowongan Kerja lewat Media Sosial Terjadi Lagi, Korban Disuruh Kirim Uang
BANDUNG –Upaya penipuan digagalkan oleh salah satu platform penyedia lowongan kerja dari media sosial Instagram.
Pada awalnya, platform yang bersangkutan mengunggah info soal lowongan kerja seperti biasanya sebelum tiba-tiba saja admin menghapus lowongan kerja itu dan mengunggah utas berisi klarifikasi.
Kepada ayobandung.com, admin platform mengatakan mereka mengunggah lowongan kerja untuk posisi staff kantor, staff admin, dan karyawan kasir di sebuah klinik di Cibeunying Kidul.
Lowongan dikhususkan untuk perempuan dan disebutkan juga telah disediakan mess untuk yang tinggalnya jauh. Admin mengunggah informasi tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (30/3/2021).
“Belum ada laporan kepada kami terkait korban. Tapi, tadi ada followers kami yang bilang dia sudah apply lalu dihubungi oleh pihak penipu tadi untuk transfer uang Rp50 ribu untuk biaya pembuatan kesehatan,” ujar admin melalui pesan singkat.
Windy, kepala staff HRD dari klinik yang namanya dicatut sebagai pemancing pun membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Pihak mereka juga yang langsung menghubungi platform tempat info lowongan palsu diunggah.
“Kami punya grup koordinasi yang isinya para supervisor. Tim medsos kami mengirim tangkapan layar dari lowongan yang katanya dari sini,” ujar Windy.
Setelah tangkapan itu dikirim ke grup, para supervisor pun mempertanyakan soal mess yang dijanjikan dalam lowongan. Padahal, pihak klinik sama sekali tidak pernah menyediakan mess untuk pegawainya.
“Dalam lowongan menyediakan mess, padahal kami tidak pernah menyediakan mess. Narahubungnya juga nggak ada yang kenal. Bu Indah itu siapa ya?” ujar Windy.
Pihak klinik pun sempat menghubungi nomor pelaku yang tercantum dengan maksud berpura-pura menjadi pelamar. Namun, panggilan itu tidak kunjung direspon.
“Tim (medsos) juga sudah menghubungi, ada beberapa pesan langsung yang masuk juga, terus kami kasih tahu bahwa yang resmi itu ada di klinik Cikutra terus juga kami tidak ada model desain seperti itu, termasuk tidak ada permintaan uang dan penyediaan mess,” tegas Windy.
Sebelumnya, pernah ada kejadian serupa juga yang menggunakan nama klinik sebagai kamuflase penipuan. Korban pun sama-sama diminta bayaran..
Untungnya, korban datang ke klinik dan mengkonfirmasi ada atau tidaknya lowongan tersebut. Klinik pun langsung mengkonfirmasi kepalsuan informasi tersebut.
“Waktu pembukaan lowongan sebelumnya saja, yang melamar ke sini sekitar tiga ribu orang. Bayangkan berapa uang yang pelaku ambil jika setiap orang harus membayar Rp50 ribu,” katanya. (ayobandung.com)











Komentar