oleh

Terjadi Tujuh Kali Guguran Lava Pijar, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan teramati terjadinya tujuh kali guguran lava pijar.

Guguran lava itu meluncur sejauh 800 meter dari Gunung Merapi ke arah Barat Daya (hulu Kali Krasak dan Boyong) pada pengamatan Selasa (2/2/2021) pukul 00.00 hingga 06.00.

Pada pengamatan Senin (1/2/2021) secara garis besar Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati.

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.

Baca Juga:   Terjadi Lagi 12 Kali Guguran Lava Pijar, Warga Diimbau Tetap Waspada

Teramati pula dua kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Barat Daya dan teramati guguran lava 8 kali dengan jarak luncur 500 meter ke Barat Daya.

Aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level III (Siaga) sejak 5 November 2020 pukul 12:00 WIB.

Dari Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan ratusan pengungsi dari Desa Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa tengah pulang.

Mereka pulang karena merasa yakin aktivitas Gunung Merapi sudah mulai lebih tenang.

Baca Juga:   Guguran Awan Panas Makin Kerap Terjadi: Malam 17, Siang 29 Kali

“Hari ini kita pulang semua. Sebab sejak Erupsi tanggal 27 Desember kemarin sampai sekarang Merapi terlihat landai jadi kita pulang,” jelas Koordinator Posko Pengungsian Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Jainu, Rabu (3/2/2021).

Warga sudah siap berkemas sejak pukul 07.00 WIB. Evakuasi pertama adalah logistik dan dilanjutkan pelepasan warga oleh BPBD, pemerintah desa dan seluruh relawan pukul 10.30 WIB.

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten diminta melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya Erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.

Baca Juga:   Hujan di Puncak dan Guguran Awan Panas Ancam Warga di Hulu Krasak

Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Warga diharapkan tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak Gunung Merapi.(*)

Komentar

Berita Lainnya