oleh

Guguran Awan Panas Makin Kerap Terjadi: Malam 17, Siang 29 Kali

YOGYAKARTA – Gunung Merapi (2.968 mdpl) kembali muncurkan awan panas, jarak luncurnya mencapai sekitar 1.700 m ke arah barat daya, Senin, (1/3/2021) subuh.

Petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Heru Suparwaka menjelaskan, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 156 detik.

Pada periode Senin, (1/3) pukul 00.00-06.00 WIB, teramati pula guguran lava pijar 17 kali dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

Baca:   Timnas Hadapi Krosia dan Bulgaria, Pelatih Shin Tae-yong Sodorkan Permintaan  

“Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah,” tambahnya.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 14-23 °C, kelembaban udara 67-82 persen, dan tekanan udara 627-707 mmHg. Terjadi pula beberapa aktivitas kegempaan di Gunung Merapi.

Baca:   Terjadi Tujuh Kali Guguran Lava Pijar, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, telah terjadi 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-24 mm dan lama gempa 11-77 detik.

Pengamatan visual, gunung yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah ini tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah hingga kencang ke arah timur.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Baca:   Resmi, Libur Natal dan Tahun Baru Dilarang Ada Kerumunan

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi Erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (*)

Komentar

Berita Lainnya