JAKARTA – Aktor film ‘Tenggelamnya Kapal van der Wijck’, Herjunot Ali, rupanya harus mengalami tenggelamnya bisnis usaha yang dijalani. Hal ini disebabkan imbas dari pandemi Covid-19 yang kini memasuki usia setahun di tanah air.
Aktor yang terkenal lewat perannya di film ‘5 Cm’ tersebut harus kehilangan investor di perusahaan start-up miliknya, Berbagi Kultur. Hal itu ia ungkap saat menjadi bintang tamu di sebuah tayangan tayangan.
“Jujur tahun ini over the pandemi, start-up gue itu investornya cabut. Berbagi Kultur itu investornya cabut. Jadi sekarang gue menghidupi kantor gue dari kantong gue sendiri,” kata pria yang biasa disapa Junot ini, dikutip lewat kanal YouTube TS Media, Selasa (2/3/2021).
Selain itu, sebuah restoran Junot di Jepang juga harus tutup setelah empat bulan berjalan akibat pandemi.
“Restoran gue di Tokyo gulung tikar dalam waktu empat bulan. Dengan gue sudah jor-joran preskon. Tutup dalam empat bulan,” tuturnya.
Padahal Junot, demikian dia biasa disapa, sudah membayangkan bakal mendapat untung banyak membuka bisnis di sana. Tujuan dia membuat restoran lantaran Jepang bakal jadi tuan rumah Olimpiade 2020.
Finalis MTV VJ Hunt 2004 itu mengaku hanya ingin bertahan dan mengerahkan segala kemampuannya di masa pandemi ini untuk tetap bisa menyambung hidup.
Di balik itu semua, Junot bersyukur masih bisa mengais rezeki, walaupun tak seperti sebelum pandemi. “Gue lagi dalam keadaan kayak begini sekarang. Tetapi itu enggak ada duitnya versi gue ya. Kita semua memang lagi susah kok,” ujar Junot menambahkan. (ben)











Komentar