Walikota mengajak seluruh pimpinan OPD, camat, kades/lurah, dan raja di lingkup Pemerintah Kota Ambon agar serius dalam penanganan stunting untuk mencapai target nasional angka stunting 14 persen di tahun 2024.
“Saat ini angka stunting berada di 28 persen secara nasional dan dalam jangka waktu dua tahun pemerintah berusaha agar turun menjadi 14 persen,” kata Walikota.
Dikatakan, target penurunan angka stunting juga berkaitan dengan obsesi bangsa ini untuk memprsiapkan Generasi Emas 2045 di mana Indonesia menjadi salah satu negara maju.
Oleh sebab itu, dalam mempersiapkan Generasi Indonesia Emas, pemerintah harus memastikan anak-anak tumbuh cerdas, sehat, berbudaya, dan menjunjung tinggi pluralisme dan kebhinekaan.
“Anak-anak Indonesia harus menjadi manusia yang taat, religius, memiliki sopan santun dan komunikasi yang baik. Namun dalam mencapai itu semua, stunting adalah salah satu masalah yang harus kita hadapi,” ujarnya.
Stunting, terang Walikota, memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Mulai dari kelainan kondisi fisik, rentan terhadap penyakit, hingga sel-sel otak yang tidak berfungsi secara normal dalam aspek kognitif.
“Dampak jangka panjang otomatis akan memengaruhi tingkat produktivitas anak tersebut hingga berdampak pada aspek ekonomi dan tingkat kesejahteraan nantinya,” demikian Walikota. (EVA-infoambon)










