oleh

Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Isolasi Akibat Longsor

POLMAN– Puluhan polisi dari Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat dikerahkan untuk membersihkan sejumlah titik longsor yang menutup akses ke Desa Bulo, Kecamatan Bulo.

Jalan yang tertutup longsor, merupakan akses utama warga menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo.

Berbekal alat seadanya, polisi bersama warga bahu membahu menyingkirkan material longsor, yang terdiri dari tanah liat hingga batang pohon yang menutup jalan.

“Alhamdulillah, walau hanya menggunakan alat seadanya titik longsor akhirnya dapat dibersihkan, hingga jalan tersebut dapat kembali dilintasi oleh kendaraan, “ kata Kasat Sabhara Polres Polewali Mandar, IPTU Haris Yajji, Senin (30/8/2021).

Baca Juga:   Warga Desa Tetangga Kompak Bantu Korban Banjir dan Longsor Cibeber

Kendati jalan sudah dapat dilalui kembali, Haris meminta warga di daerah ini untuk selalu waspada saat melintas.

“Tingginya curah hujan berpotensi menimbulkan bencana, seperti pohon tumbang, longsor dan lainnya,“ katanya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 2000 jiwa yang bermukim di pedalaman Desa Lenggo, terisolir lantaran akses jalan utama menuju desa tertutup material longsor.

Sekitar 2000 jiwa yang bermukim di pedalaman Desa Lenggo terisolir, sehingga kebutuhan sehari-hari susah didistribusikan.

“Warga desa Lenggo tidak bisa melintas, disebabkan banyak jalan tertimpa longsoran,” kata tokoh pemuda Desa Lenggo, Habibi, Minggu (29/8/2021).

Baca Juga:   Mengaku Bisa Sembuhkan Ngompol, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Menurut Habibi, longsor terjadi sejak Kamis (28/8/2021). Saat itu baru dua titik longsor. Sejak Kamis, baru dua titik longsor. Sekarang sudah ada enam titik.

Akses jalan lain dengan menyebrangi sungai menuju Kecamatan Tutar, juga sulit dilakukan, karena sungai sedang meluap.

“Lewat sungai pun tidak bisa, karena kondisi sungai sedang meluap. Sudah beberapa hari warga Lenggo tidak menikmati ikan,” kata Habibi.

Habibi mengaku, longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di daerah pegunungan ini sejak tiga hari terakhir.

Baca Juga:   Longsor Merusak 15 Rumah Warga Sejumlah Desa Sempat Terisolasi

Ia mengimbau warga yang bermukim di bantaran Sungai Maloso untuk waspada, mengantisipasi terjadinya luapan air sungai.

“Lenggo diguyur hujan sejak tiga hari terakhir. Bagi saudara-saudaraku yang berada di pinggiran sungai maloso untuk waspada,” ujar Habibi.

Mewakili warga, Habibi berharap pemerintah setempat melalui dinas terkait segera turun tangan, mengatasi masalah ini.

“Mohon kepada instansi terkait dalam hal ini dinas PU, agar segera meninjau lokasi longsor antara Desa Lenggo dan Desa Bulo,” kata Habibi. (thaya/sur)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

Berita Lainnya