SIBERINDO.CO – Menjaga lingkungan ke depan bukan hanya menjadi tanggung jawab ekologis, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mendorong koperasi menjadi penggerak utama agar potensi besar pasar karbon Indonesia dapat memberikan manfaat langsung bagi rakyat hingga tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Menteri Jumhur saat menjadi pembicara dalam Seminar Great Institute dalam rangka Hari Koperasi Nasional bertajuk “Reaktualisasi Pasar 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Membangun Koperasi Sebagai Pilar Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Nasional” di Jakarta.
Menteri Jumhur mengatakan, KLH/BPLH akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dalam mengembangkan ekonomi sirkular dan pasar karbon sebagai bentuk transformasi ekonomi yang tetap berpihak pada masyarakat.
“Sebab ke depan akan ada yang namanya pasar karbon dan Indonesia berpotensi besar jadi supplier utama penyumbang oksigen bumi,” kata Menteri Jumhur.
Menurut Menteri Jumhur, Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan ekosistem seperti hutan dan mangrove yang mampu menyerap karbon. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan memastikan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat yang menjaga lingkungan.
“Untuk mewujudkan itu bisa dilakukan dengan cara kami (KLH) mengadvokasi warga untuk membentuk koperasi sebagai pengelola unit-unit karbon membentuk koperasi di tiap-tiap daerahnya masing-masing,” ujar Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menjelaskan, koperasi dapat menjadi wadah masyarakat dalam mengelola unit karbon dari berbagai kegiatan pemulihan lingkungan. Misalnya, penanaman mangrove seluas 1.000 hektare atau pengelolaan hutan seluas 10.000 hektare yang telah didaftarkan dalam Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), kemudian nilai ekonominya dapat dikelola dan dimanfaatkan melalui koperasi.
“Saat ini fase kita memasuki pembangunan yang agak inkonvensional karena pasar karbon itu kayak kita jualan angin begitu, tapi ternyata potensi bisnisnya besar sekali. Saya ingin memastikan potensi yang besar itu keuntungannya harus betul-betul kembali ke rakyat,” tutur Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menegaskan, koperasi dapat menjadi unit usaha strategis di pedesaan dan kawasan kehutanan untuk memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dalam rantai ekonomi karbon.
Dengan pendekatan tersebut, pemulihan lingkungan tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.










