oleh

11 Sekolah Pembelajaran Tatap Muka di Ambon Ditutup

AMBON–Dinas Pendidikan Kota Ambon menutup sementara 11 SMP yang melaksanakan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah yang random sampling antigennya menunjukkan hasil reaktif Covid-18.

Diketahui, SMP yang ditutup, yakni SMP Negeri 13, SMP Negeri 7, SMP Negeri 6, SMP Kristen, SMP Negeri 4, SMP Negeri 2, SMP Negeri 8, SMPN 18, SMP Negeri 9, SMP Negeri 3, dan SMP Kalam Kudus Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinanus Taso, menjelaskan sistem pembelajaran pada sekolah-sekolah tersebut akan dikembalikan ke sistem pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga:   Bandara Halim Perdanakusuma DItutup 3,5 Bulan Untuk Revitalisasi

“Sesuai dengan yang diatur dalam SKB Empat Menteri, hari ini dilakukan survaliance berupa tes antigen kepada pada 12 sekolah yang melakanakan PTM terbatas. Dari 12 sekolah ini ada sekolah yang reaktif dan ada yang tidak,” ujar Kadisdik dalam keterangan pers di Balai Kota Ambon, Senin (31/1/2022).

Dilansir info-ambon.com, grup Siberindo.co, dari 12 SMP yang diambil random sampling rapid tes Antigen, hanya satu sekolah yang hasilnya non reaktif yakni SMP Santo Andreas di Ahuru, sementara 11 sekolah lainnya ditemukan hasil reaktif.

Baca Juga:   Sekolah Tidak Terapkan Prokes di Lotim Ditutup

“Sebagai langkah antisipasi, walaupun hasil tes swab PCR belum keluar oleh dinas kesehatan, namun yang reaktif ini kita ambil keputusan untuk ditutup PTM tetapi metodenya kita ubah menjadi pembelajaran jarak jauh selama 14 hari ke depan,” bebernya.

Terhadap siswa yang hasilnya reaktif, Kadisdik meminta pihak sekolah untuk melaksanakan SOP pencegahan perundungan dan tidak menyebarluaskan identitas mereka.

“Ini dilakukan untuk melindungi mental para siswa serta untuk kepentingan yang lebih besar yaitu PTM itu sendiri agar dapat berlangsung dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama,” tandasnya.

Baca Juga:   Cegah Lonjakan Kasus Omicron, Tiga Jalan Raya di Bandung Ditutup

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy menjelaskan mereka yang reaktif tidak hanya guru dan siswa namun juga ada tenaga pengamanan di sekolah.

“Hasil Antigen reaktif akan dilanjutkan dengan t

es swab PCR, di mana berdasarkan pengalaman 90 persen hasil tes antigen reaktif sudah pasti PCR akan positif,” kata Pelupessy. (EVA-info-ambon)

Berita Lainnya