oleh

Bau Nyale Tetap Digelar, Maaf Warga Luar Tak Boleh Ikut!

PRAYA – Upacara Bau Nyale di Lombok Tengah (Loteng) tahun ini tetap digelar, namun pelaksanaan event utamanya akan berbeda.

Selain tidak akan dimeriahkan hiburan, Bau Nyale kali ini juga akan menggunakan standar protokol kesehatan. Hal itu guna mencegah penyebaran virus corona masa pandemi.

Bau Nyale adalah ritual tahunan berburu cacing laut. Ini merupakan tradisi warisan kearifan budaya leluhur, berinteraksi dengan alam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng, HM Lendek Jayadi mengatakan, Bau Nyale akan tetap dilaksanakan tahun ini dengan cara berbeda.

Sebelumnya, diputuskan, Bau Nyale tahun ini ditiadakan, sementara warga sudah menyepakati tetap menggelarnya awal Maret (2021) dengan penerapan ketat protokol kesehatan.

“Pada Bau Nyale ini dilarang ada kegiatan seremonial atau hiburan yang bisa mengumpulkan masyarakat. Hal ini guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sekarang masih melanda wilayah Loteng,” kata Lendek.

Baca Juga:   Stadion Standar FIFA Bakal Dibangun di Lombok Tengah

Selain itu, penangkapan Nyale ini nantinya hanya akan dilaksanakan warga sekitar saja. Warga yang dari luar, tidak akan dizinkan ikut Bau Nyale di pantai tesebut.

“Pelaksanaanya Bau Nyale tetap bisa dilaksanakan oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia mengaku, Bau Nyale ini merupakan budaya masyarakat sekitar, sehingga harus tetap dilaksanakan, meski tidak akan dimeriahkan berbagai hiburan seperti sebelumnya.

Contohnya seperti kegiatan peresean, parade budaya yang dapat mengundang keramaian.

“Intinya Bau Nyale ala Covid-19 akan kembali seperti zaman dulu,” tuturnya.

Mengenai beredarnya kabar tentang larangan dari Pemprov untuk melaksanakan Bau Nyale, ia mengaku, sejauh ini masih belum ada surat larangan resmi.

Baca Juga:   Dua Bulan Jenazah TKW Asal Lombok Tengah Tertahan di Irak

“Mungkin larangan yang dimaksud adalah tentang warga luar yang akan ikut dalam pelaksanaan Bau Nyale tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya sangat berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi Covid-19 ini masih terus melanda.

“Saya percaya masyarakat sekitar sudah paham dengan aturan yang diterapkan pemerintah ini,” jelasnya.

Wakapolres Loteng, Kompol Ketut Tamiana mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan operasi yutisi untuk mencegah penyebaran covid pada event Bau Nyale tersebut.

Selain itu pihaknya akan melakukan penyekatan kepada masyarakat atau wisatawan yang akan masuk Lombok Tengah seperti pengamanan tahun baru sebelumnya itu.

“Artinya, event ini bisa dilaksanakan masyarakat Loteng saja. Sedangkan warga luar tidak boleh masuk wilayah Loteng,” tegasnya.

Baca Juga:   Akhirnya Cair, Rp 37,6 Miliar Insentif Nakes Lombok Tengah

Selain itu, demi menjaga Kamtibmas pada Bau Nyale, pihaknya akan menempatkan anggota di semua pesisir pantai yang menjadi tempat warga melaksanakan Bau Nyale.

“Saya harapkan masyarakat membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan ini,” tuturnya.

Pembina Blok Pujut, Rata Wijaya menyatakan, pihaknya akan tetap melaksanakan Bau Nyale, karena ini merupakan tradisi yang sakral harus akan tetap dilestarikan.

Meski memang pemerintah tahun ini telah memutusukan tidak akan merayakan, karena covid-19.

“Dari hasil Sangkep Warige telah diputuskan Bau Nyale ini akan tumpah pada tanggal 3-4 Maret 2021. Perkara ada versi-versi lain,  itu kami kembalikan pada keyakinan masing-masing,” kata Pembina Blok Pujut ini.  (jay)

Komentar

Berita Lainnya