MANINJAU – Air Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami perubahan warna menjadi hijau tosca. Kondisi ini mulai terlihat sejak Rabu (29/12/2021) pagi.
Fenomena itu diduga terjadi akibat semburan belerang dan endapan zat kimia yang berasal dari dasar danau.
Peristiwa ini biasanya disebabkan oleh hembusan angin ‘darek’ dari arah Timur yang cukup kencang sejak beberapa hari terakhir.
Pantauan KABA12.com, perubahan warna air Danau Maninjau terjadi di sejumlah titik seperti di Nagari Bayua, Nagari Maninjau, hingga sebagian Nagari Sungai Batang.
Fenomena ini juga menyebabkan ikan-ikan di danau mengawang atau muncul ke permukaan akibat kekurangan oksigen.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan, fenomena angin ‘darek’ yang cukup kencang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan warna air Danau Maninjau menjadi kehijauan.
“Angin dari arah Timur yang cukup kencang menimbulkan fenomena upweeling dan blooming alga yang naik ke permukaan danau,” ujar Handria Asmi kepada KABA12.com, Rabu.
Ia menambahkan, perubahan warna air danau saat ini dikhawatirkan berdampak pada kematian ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) secara massal.
Apalagi, jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Itu akan menyebabkan kurangnya oksigen di dalam danau sehingga berpotensi terjadinya kematian ikan.
Kendati begitu, ia mengimbau petani KJA untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kematian ikan secara massal di Danau Maninjau.
“Jadi, para petani KJA harus waspada terhadap kondisi saat ini. Langkah antisipasi terjadinya kematian massal ikan adalah panen lebih awal, atau memindahkan ikan ke kolam atau sungai,” katanya. (Bryan/KABA12.com)










