Nobar ‘Silampari, Setelah 2001’ karya dokumenter Cinemapartner yang meraih penghargaan Editing Terbaik di Festival Rentak Batanghari 2021. (Ist)
JAKARTA – Sebagai komunitas dengan catatan prestasi dalam bidang film dokumenter dan film pendek yang cemerlang, tahun ini Cinemapartner mendapatkan kepercayaan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Saatra (Pusbanglin) untuk memproduksi film sastra.
Tidak tanggung-tanggung, komunitas ini memproduksi dua film. Yang pertama adalah Putri Kayangan Tinggi yang diadaptasi dari sastra tutur Dayang Torek atau Silampari. Yang kedua adalah Perihal Gendis dari puisi berjudul sama karya Sapardi Joko Damono.
Saat ini, kedua film yang disutradarai Dede Yonas Saputra ini, sedang memasuki tahap editing, dan akan tayang perdana tanggal 30 Oktober 2024 ini.
“Kami harap, produksi ini akan membuat sastra makin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” harap Dede yang juga merupakan ketua Cinemapartner.
Semoga karya sastra makin digemari lewat film hasil alih wahana karya sastra, termasuk yang dilakukan oleh Cinemapartner. (*)










