oleh

Israel Tingkatkan Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Timur Tengah

Kota Teheran setelah serangan Israel. (Reuters)

JAKARTA – Israel dipastikan akan melancarkan gelombang serangan kedua terhadap Iran setelah sebelumnya menembakkan puluhan rudal pada Sabtu (26/10). Serangan pertama ini menyasar fasilitas militer Iran, tepatnya lokasi produksi sistem pertahanan udara, sebagai balasan atas serangan drone Hizbullah yang dilaporkan menargetkan kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Kaisarea.

Menurut Channel 13, jaringan media berbahasa Ibrani di Israel, para menteri pemerintahan Netanyahu telah diberitahu untuk bersiap menghadapi gelombang kedua serangan. Meski demikian, sumber informasi ini tidak diungkap secara jelas oleh media tersebut. Dalam rapat internal pada Minggu, jajaran menteri kabinet Netanyahu menyepakati langkah lanjutan sebagai respons atas ancaman yang semakin meningkat dari kelompok Hizbullah dan dukungan Iran di kawasan.

Baca Juga:   Pemerintah Indonesia dan Iran Tandatangani Kerja Sama Produk Halal

Pada 1 Oktober lalu, Iran meluncurkan serangan rudal balistik sebanyak 200 unit yang menghantam dua pangkalan udara di Israel. Iran mengklaim serangan itu sebagai respons atas kematian sejumlah tokoh militer yang terkait dengan Hizbullah dan Hamas, yang diduga akibat operasi militer Israel.

Dalam insiden sebelumnya, kelompok Hizbullah menyatakan bertanggung jawab atas serangan drone di kediaman Netanyahu. Meski sang Perdana Menteri tidak berada di lokasi saat kejadian, ia memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok proksinya akan “membayar mahal” atas insiden tersebut.

Baca Juga:   Pengamat: Putusan Mahkamah Internasional Lemahkan Dukungan Diplomatik Untuk Israel

AS Ambigu

Sikap Amerika Serikat, yang dianggap sekutu terdekat Israel, dinilai ambigu. Di satu sisi, pemerintahan Presiden Joe Biden menyebut serangan Israel pada fasilitas militer Iran sebagai tindakan yang proporsional. Namun, Washington juga menyerukan kepada Teheran untuk menahan diri dan tidak merespons serangan ini dengan tindakan balasan yang lebih besar.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan dalam pidatonya pada Minggu (27/10) bahwa serangan Israel harus ditanggapi secara bijak dan tepat sasaran. “Respons Iran akan diputuskan oleh pejabat senior dengan mempertimbangkan kepentingan negara,” ujar Khamenei.

Baca Juga:   Iran: Pembebasan Al-Quds dan Rakyat Palestina Jadi Prioritas Dunia Islam

Selain itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Iran siap menggunakan semua cara yang ada untuk memberikan respons terhadap “rezim Zionis.” Meskipun demikian, Baghaei tidak merinci bentuk tindakan yang akan diambil.

Berkepanjangan

Di tengah ketegangan ini, kekhawatiran muncul bahwa konflik di Timur Tengah bisa menjadi berlarut-larut dan berdampak luas. Iran dan Hizbullah memiliki hubungan erat, dengan Iran yang diduga kuat memberikan dukungan politik, finansial, hingga militer bagi kelompok tersebut.

Para pengamat memperingatkan bahwa langkah Israel dapat meningkatkan instabilitas di kawasan, terutama jika Teheran memberikan respons keras. (*)

Berita Lainnya