oleh

Jokowi For Next Sekjen PBB, Berikut Beberapa Syaratnya

JAKARTA – Peluang Presiden Joko Widodo untuk duduk sebagai Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terbuka lebar.

Meski demikian peluang ini pun harus didukung dengan beberapa syarat yang tidak mudah. Dan didukung oleh sejumlah negara kuat di kawasan Asia -Pasific.

Mantan Duta Besar Kanada yang saat ini menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengungkapkan syarat seseorang bisa menjabat sebagai sekretaris jenderal.

“Yang saya ketahui untuk pemilihan sekjen PBB ada yang disebut rotasi per kawasan. Jadi kalau sekarang, saya tidak punya data sekarang di mana, mungkin Eropa dan saya tidak tahu persis kapan berputar ke Asia Pasifik,” ujar Faiza seperti dilansir Viva, Rabu (30/9).

Baca Juga:   Jokowi: Jangan Biarkan Lahan Kosong, Ayo Tanami Tanaman Pangan

Faiza menjelaskan, untuk jabatan sekjen PBB dua kali diisi oleh perwakilan dari kawasan Asia Pasifik, di antaranya Ban Ki-moon (Korea), Januari 2007-Desember 2016; U Thant (Myanmar), November 1961, November 1962-Desember 1971.

“Karena sebelumnya Ban Ki-moon sudah dari Asia Pasifik, mungkin putarannya untuk bisa kembali ke Asia Pasific masih cukup panjang,” kata dia.

Baca Juga:   Sah! Andika Perkasa Panglima TNI, Pelantikan Tunggu Presiden

Sementara itu, syarat lain yang wajib dipenuhi, kata Faiza, calon sekjen PBB harus mantan kepala pemerintahan atau mantan menteri Luar Negeri.

Ketika ditanyakan, bagaimana mengusulkan nama untuk jadi calon sekjen PBB, Faiza menjelaskan singkat.

Ada yang mengusulkan dan ada yang diusulkan. Biasanya yang maju itu negara-negara di kawasan yang mengusulkan.

“Indonesia bisa saja, tapi lebih kuat kalau didukung negara Asia Pasifik. Kalau sudah mengusulkan ke PBB itu biasanya sudah satu nama,” terangnya. (oke/sep)

Baca Juga:   Jokowi Minta Anggota TNI-Polri Tak Biarkan Istri Undang Penceramah Radikal

Berikut sembilan sekjen PBB yang pernah ada dalam sejarah organisasi negara dunia tersebut:

António Guterres (Portugal), Januari 2017-Desember 2021.

Ban Ki-moon (Korea), Januari 2007-Desember 2016.

Kofi A. Annan (Ghana), Januari 1997-Desember 2006.

Boutros Boutros-Ghali (Mesir), Januari 1992-Desember 1996.

Javier Pérez de Cuéllar (Peru), Januari 1982-Desember 1991.

Kurt Waldheim (Austria), Januari 1972-Desember 1981.

U Thant (Myanmar), November 1961, November 1962-Desember 1971.

Dag Hammarskjöld (Swedia), April 1953-September 1961.

Trygve Lie (Norwegia), Februari 1946-November 1952.

Komentar

Berita Lainnya