YALIMO–Jalan Trans Nasional Jayapura-Wamena di Distrik Elelim, Kamis (29/7/2021), dibuka setelah dua minggu lamanya dipalang. Pemalangan jalan dilakukan massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo nomor urut 01 Erdi Dabi-Jhon Wilil. Massa tidak puas dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil pilkada Yalimo.
Imbas dari penolakan tersebut, massa membakar beberapa kantor dan kios di distrik Elelim pada Selasa (29/6/2021). Sejumlah gedung pemerintahan juga terbakar, di antaranya Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Merembet ke Kantor BPMK, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor DPRD, Kantor Gakkumdu dan Bank Papua. Massa juga menutup akses jalan trans Jayapura menuju Wamena maupun sebaliknya.
Dari kejadian tersebut, sebanyak 1.349 orang mengungsi ke Polres Yalimo dan Koramil Elelim. Dandim 1702/JWY dan Kapolres Yalimo pada 5 juli 2021 melakukan negosiasi dengan massa paslon pendukung. Kemudian para pengungsi diperbolehkan keluar dari Kabupaten Yalimo menuju Kabupaten Jayawijaya.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan yang dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan pembukaan palang.
Sesuai hasil komunikasi dengan seluruh massa pendukung yang ada di lokasi pemalangan, palang akan dibuka selama tiga jam.
Pembukaan sementara itu untuk memberi kesempatan seluruh kendaraan yang tertahan di Kota Elelim keluar menuju Wamena.
Fokus Copid dan PON
Pembukaan palang diawali pertemuan di ruangan Sekda Kabupaten Yalimo yang dihadiri Sekda Kabupaten Yalimo Drs Isak Yando, SE, MSi. Juga Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang, SIP, MTr (Han) dan Kapolres Yalimo AKBP Hesman Sotarduga Napitupulu, SH, SIK, MH. Lalu anggota DPRD Nahor Nekwek, SPd dan Elia Yare, Kepala suku Yoses Mabel dan Kamende Wandik.
Pada pertemuan tersebut Sekda menyampaikan kondisi pemerintahan di Yalimo sedikit sulit akibat situasi politik yang berkembang. Banyak ASN terpecah ke kubu paslon tertentu dan kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk pelaksanaan Pemilu ulang.
“Saat ini yang menjadi perhatian kita bersama terpusat pada penanganan pandemi Covid-19 dan mendukung penyelenggaraan PON XX. Untuk itu TNI-Polri bersama tokoh masyarakat menjembatani untuk pembukaan pemalangan jalan,” kata Sekda.
Melalui Dandim 1702/Jayawijaya, TNI siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah daerah. Sehingga roda pemerintahan dapat berjalan baik dan seluruh akses dapat dibuka.
Masyarakat diajak berbicara dari hati ke hati sehingga kendaraan yang tertahan di Elelim bisa dikeluarkan menuju Wamena.
Dari kesepakatan Forkopimda dengan massa pendukung paslon, sekitar pukul 15.00 WIT, 96 unit kendaraan truk dan 51 unit strada yang tertahan dua minggu di Elelim dapat melintasi jalan menuju Wamena. (PS/IRFANDI)











Komentar