oleh

Susan Lumpuh, Gagu, dan Kehilangan Penglihatan Setelah Divaksinasi

SUKABUMI – Susan Antela (31) seorang guru honorer di Sukabumi, Jawa Barat, kini lumpuh sesudah menerima vaksin anti Covid-19  sebulan silam.

Selain lumpuh, Susan pun kini tak bisa bicara dan kehilangan penglihatan. Saat menerima vaksin yang kedua, ia sempat mengalami pendarahan.

Kasus ini jadi perhatian setelah seorang warga bernama Rudi Ripandi mengunggah kabar melalui dinding akun facebook-nya.

Dalam postingan itu Rudi menulis:  Malam tadi mendapatkan informasi bahwa guru SMAN 1 Cisolok saat ini sedang mengalami sakit setelah disuntik vaksin Covid-19. Semoga segera diangkat penyakitnya dan dapat menjalani aktivitas seperti sediakala.

Baca Juga:   Indonesia Minta WHO Prioritaskan Bantuan Alat Rapid Test

Susan adalah guru honorer, warga Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebulan lalu ia menerima vaksin yang kedua bagi tenaga pendidikan.

Menurut Yayu (26), sepuluh menit setelah kakaknya pusing, mual, dan lemas.

“Sesaat setelah disuntik sebenarnya keluar darah, banyak. Teteh (kakak) bilang darahnya sampai mancer (muncrat),” ujar Yayu.

Saat itu, katanya, petugas di tempat vaksinasi mengarahkannya untuk duduk, istirahat.

“Bukannya membaik, Teteh malah merasa sesak, lalu mual dan pusing,” kata Yayu di kediamannya, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga:   Zidane Positif Covid-19

Yayu menambahkan, tim medis memandu Susan untuk berbaring.

“Bukannya membaik, penglihatan Teh Susan jadi buram. Tangan dan kakinya jadi kaku,” kata Yayu.

Paman mereka, Opi S (43) mengatakan, peristiwa itu sudah terjadi sejak sebulan yang lalu.

Saat itu, Susan disuntik bersama ratusan guru di sebuah SMK di Cisolok dan dilakukan pihak Puskesmas Cisolok.

“Setelah vaksinasi yang kedua, Susan dilarikan ke Rumah Sakit Palabuhanratu, karena badannya sudah kaku, gak bisa ngomong, gak bisa lihat,” kata Opi.

Baca Juga:   Ibu Hamil dan Menyusui Tak Direkomendasikan Ikut Vaksinasi Covid-19

Para dokter di Rumah Sakit Palabuhanratu tidak sanggup menangani.

Susan pun dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Waktu ngobrol sama saya, dokter bilang itu karena vaksin,” ujar Opi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, mengatakan, apa yang dialami Susan belum bisa dipastikan akibat dari vaksin Covid-1.

“Sudah ditangani para dokter ahli Rumah Sakit Hasan Sadikin, apakah yang diderita Ibu Susan itu, akibat vaksin atau bukan,” kata Harun. (*)

Komentar

Berita Lainnya