oleh

“Lutung Kasarung” Tonggak Awal Perfilman Tanah Air, Begini Ceritanya

BANDUNG – Komunitas sineas Bamdung menggelar “Bandung Film Weeks” di Bandung Creative Hub, Rabu (30/3/2022) hinga sepekan kemudian.

Pembukaan ditandai penyerahan Anugerah Guriminda kepada ahli waris Bupati Bandung RAA Wiranatakusumah V, sosok yang dianggap sebagai perintis perfilman di Tanah Air.

Saat menjabat sebagai Bupati Bandung (1920 – 1931), Wiranatakusumah V pada 1926 menginisiasi pembuatan film pertama di tanah air yakni Loetoeng Kasaroeng (dibaca Lutung Kasarung).

Momentum inilah yang dinilai sebagai tonggak perfilman di Indonesia, sebagaimana diurai dalam film dokumenter yang diputar saat pembukaan acara ini.

Karena itu pula, Bandung dianggap layak disebut sebagai Kota Film.

Hadir dan menyampaikan sambutan pada pembukaan acara ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Sanjaya.

Selain itu, hadir pula Otong Wiranatakusumah salah seorang putra Wiranatakusumah V, Rudi Wiranatakusumah, dan sejumlah anggota kelrluarga lainnya.

Otong sekaligus jadi pembicara bersama Ari Nurtanio salam diskusi pembuka pekan film Bandung ini.

Loetoeng Kasaroeng dibuat oleh G Krueger dan L Heuveldorp dan dirilis pada 1926. Sedangkan eksekutif produser dalam film itu adalah Bupati Bandung RAA Wiranatakusumah V.

Menurut berbagai literatur, pengambilan gambar film Loetoeng Kasaroeng dilakukan di sebuah tempat 2 km arah barat Padalarang.

Semua proses dilakukan oleh orang Belanda totok dari Batavia, L Heuveldorp dengan G Krugers, seorang peranakan Indo-Belanda dari Bandung.

Krugers bekerja sebagai Kepala Laboratorium NV Java Film Co.

Dia adalah adik ipar raja bioskop Bandung yang terkenal saat itu, FAA Buse.

Dalam pembuatan film itu, Heuveldorp bertindak sebagai sutradara, sedangkan Krugers sebagai juru kamera.

JB Kristanto dalam Katalog Film Indonesia 1926-2005 menyebutkan, Loetoeng Kasaroeng adalah film cerita pertama di tanah air yang menampilkan cerita asli pribumi.

Film itu seluruh pemainnya asli pribumi, termasuk Martoana, Oemar, dan anak-anak Bupati Bandung Wiranatakusumah V, yang dipimpin seorang guru kepala yaitu Raden Karta Barata.

Sebuah tempat bersejarah film pertama produksi NV Film Java Company adalah Gedung Majestic.

Di gedung bioskop di Jalan Braga, Kota Bandung inilah, Loetoeng Kasarung pertama kali diputar untuk umum pada 31 Desember 1926.

Mulai 5 April 2022, Pekan Film Bandung ini menyajikan pemutaran film, diskusi, dan berbagai acara pendukung di Bandung Creative Hub.(*/Sinerindo.co)

Berita Lainnya